14 September 2009
Makanan Dinosaurus Penghias Rumah

Penampilannya eksotik. Daunnya hijau mengkilap, meruncing menyerupai jarum, batangnya bertekstur kasar, dan pertumbuhannya yang lambat menambah kesan anggun sebagai tanaman hias.

Itulah daya pikat sikas (Cycadaceae). Sikas punya keunggulan sebagai tanaman multimanfaat. Bisa menghias luar ruangan atau taman, di dalam ruangan, atau pun sebagai tanaman pot. Banyak penata taman memanfaatkan sikas sebagai salah satu ornamen pendamping tanaman lainnya.

Tanaman purba yang konon menjadi makanan dinosaurus ini juga menyimpan kelebihan lain sebagai tanaman hias. Ia tampil serasi saat ditata di rumah bergaya minimalis, klasik, ataupun yang modern. Tak heran bila permintaan sikas terbanyak masih datang dari kalangan penata taman yang digunakan untuk lansekap perumahan, hotel, dan tempat-tempat peristirahatan. “Minimal 25—50 pohon per pesanan. Harganya tergantung tinggi tanaman dan besar bonggolnya,” ungkap Paul Sing, pemilik Golden Top Nursery di bilangan Pancoran, Jakarta Selatan.

Sampai Puluhan Juta

Harga pasaran sikas cukup mahal, dari ratusan ribu hingga dua jutaan rupiah. Tingginya harga tanaman ini tak lepas dari sifat pertumbuhannya yang lambat. Menurut Lukman Rais, pedagang sikas di Kebun Jeruk, Jakarta Barat, untuk mencapai tinggi 30 cm dan bonggol berdiameter 5 cm saja butuh waktu sekitar satu tahun.

Di nurseri Paul maupun Lukman, harga sikas berukuran bonggol 5  cm denga 4 helai daun berkisar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per pot. Sedangkan yang setinggi 75 cm sampai satu meter, harganya mencapai Rp750 ribu—Rp2 juta per pohon. Harga ini kian mahal bila sikas tersebut didatangkan dari luar negeri.

Menurut Paul yang baru membisniskan hobi tanaman hiasnya, sikas yang paling banyak dicari orang adalah jenis sikas biru dan sikas revoluta. Sikas biru berbonggol 5 cm dan berdaun 4—7 helai ditawarkan dengan harga Rp500 ribu—Rp750.

Sementara si revoluta jauh lebih murah dengan ukuran yang sama hanya sekitar Rp100 ribu—Rp250 ribu. Namun jika revoluta yang memiliki keunikan, seperti kristata variegata, kristata bercabang dua, banyak anakannya, golden, atau glamour bisa mencapai Rp10 juta— Rp20 juta dengan ukuran antara 1—1,5 m.

Kelebihan dari sikas biru adalah warna daunnya yang kebiruan dan didatangkan dari luar negeri. Sedangkan sikas revoluta penampilannya lebih glamor, bisa lebih rimbun daunnya, lebih hijau dan kompak pertumbuhan daunnya. Ia bisa dimanfaatkan untuk lansekap berbagai tipe rumah.

Tidak Rewel

Sikas terbilang tanaman yang tidak menuntut perhatian khusus dalam perawatannya. “Tanaman ini sangat bandel, tidak rewel, cukup dua kali sebulan penyiraman saja dia hidup,” jelas Paul. Meski demikian, pemilik tetap perlu kesehatan dan kesuburan tanaman.

“Media tumbuhnya harus yang porous (sarang),” tambah pria yang juga penyayang anjing Golden Retriver ini. Media porous ini dibutuhkan agar air tidak tertahan lama di pot yang bisa berakibat membusukkan akar tanaman. Untuk medianya dapat digunakan campuran pasir malang dan tanah merah yang sudah dicampur pupuk. Pot dipilih yang berukuran besar dan dalam atau menyesuaikan ukuran tanaman sehingga pertumbuhan akar bisa maksimal.

Meski sikas banyak ditemukan di daerah-daerah yang miskin hara, bukan berarti pemberian pupuk tidak perlu lagi. Pupuk, seperti NPK, tetap diperlukan agar pertumbuhannya lebih maksimal.

Kecuali itu, sikas juga harus dijaga dari serangan hama pengganggu. Pengganggu yang serin ditemukan adalah kutu putih, kutu cokelat dan ulat serit. “Pencegahan dari serangan hama ini bisa dilakukan dengan penyemprotan insektisida dua minggu sekali sudah cukup,” terang Paul. Mengenai pertumbuhan yang lambat, imbuh dia, dapat diupayakan dengan memberikan super thrive, perangsang tumuh daun, yang banyak dijual di toko tanaman.

Jadi bagi pecinta tanaman hias yang menginginkan tanaman cantik, unik, dan menarik, tapi tidak ingin direpotkan dengan berbagai perawatannya, sikas bisa menjadi pilihan dan patut masuk daftar koleksi dan daftar belanja tanaman hias Anda.

Tri Mardi Rasa

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE