18 January 2010
Adenium Tumpuk Tetap Ditunggu

Setelah menikmati booming dalam tahun-tahun terakhir, kini para pedagang tanaman hias mengalami masa sulit. Bisnis mereka tengah terpuruk. Hanya beberapa jenis tanaman hias saja yang masih bisa bertahan.

Adenium, salah satu yang  bertahan. Tanaman berjulukan mawar gurun ini tetap ditunggu para pecinta dan kolektor tanaman hias karena warna dan keanekaragaman bentuk bunganya. Harganya relatif stabil. Kalau naik pun, tidak fantastis tanaman hias lain. Pebisnis tentu masih ingat dengan anthurium yang dua tahun lalu harganya naik gila-gilaan, tetapi setahun terakhir nyaris tidak laku.

Memang, adenium, menurut Ir. Slamet Budiarto dari Godong Ijo Nursery di Parung, Bogor, mempunyai kelebihan dibandingkan tanaman lainnya, “Mulai dari bonggol, batang hingga daunnya bisa dinikmati pecintanya.”  Sementara itu, Furqon dari Fatih Nursery juga di Poltangan, Jakarta Selatan ini. mengamati, di beberapa pameran tanaman hias dan kontes adenium banyak diminati hobiis pemula maupun yang sudah kawakan. Rata-rata hobiis baru membeli adenium untuk dibawa pulang. “Pasar adenium ini akan bergairah lagi dengan adanya bunga jenis baru tumpuk dua dan tumpuk tiga,” ungkap Ipunk, sapaan akrabnya.

Didominasi Bunga Tumpuk

Slamet berpendapat, adenium mempunyai penggemar tersendiri. Ini terlihat dari ketertarikan mereka pada keindahan bunga, bonggol, dan batangnya yang bisa dibuat suatu karya seni nan indah. “Selain itu perawatan adenium sangat mudah sehingga bisa menjadi tanaman yang memiliki tren jangka panjang,” tambahnya.

Tahun ini, menurut Ipunk, pasar adenium akan diramaikan oleh jenis bunga tumpuk dengan berbagai corak. Ia memprediksi, sekitar dua bulan mendatang, adenium jenis ini akan mengalami perkembangan permintaan yang cukup signifikan. “Bunga tumpuk akan terus dicari hobiis setelah mereka bosan dengan tanaman adenium dengan bunga satu petal. Bahkan bunga yang ditampilkan nanti layaknya bunga mawar,” jelas pemilik kebun di Poltangan, Jakarta Selatan ini.

Ipunk menambahkan, “Pertama kali jenis amazing triple keluar dibandrol dengan harga Rp300 juta per 10 batang. Inilah yang membuat tidak semua orang bisa memilikinya, tapi setelah kami bisa mengembangkannya, harga pun turun drastis.” Saking tingginya permintaan, beberapa jenis adenium berbunga tumpuk miliknya ludes meskipun bunga belum terlihat atau mekar. “Kami sampai kehabisan stok, dari 100—300 tanaman yang kami jual, semuanya sudah dipesan. Bahkan masih ukuran bonggol besar dan entres yang baru tumbuh sekitar 5—10 cm,” jelas pria yang sudah lima tahun mengembangkan adenium.

Kini pasaran adenium jenis valentine rose, Black Cristal, double violet, triple violet,  triple dark lord, triple amazing, blushing bride, double santa claus, dan fluter berkisar Rp150 ribu—Rp250 ribu per pot

Agar Rajin Berbunga

Supaya hobiis mendapatkan adenium sesuai keinginannya, Ipunk menyarankan membeli di tempat yang terpercaya dan melihat sendiri bunganya. Soalnya, “Masih banyak penjual nakal yang mengatakan jenis double santa claus misalnya, setelah bunga itu mekar ternyata jenis lain,” katanya.

Setelah jenisnya pas, tinggal dirawat sebaik-baiknya. Cara perawatannya tidak istimewa. Lakukan pemangkasan pada tanaman. Jangan biarkan batangnya tumbuh memanjang karena terkesan berantakan. Selain itu, penyiraman tidak disarankan terus menerus lantaran tanaman ini tidak begitu suka air berlebih. “Kalau mau rajin berbunga, media tanam harus kering selama satu minggu. Minggu berikutnya siram dengan pupuk yang memiliki kandungan PK tinggi,” Ipunk membagi tipsnya.

Pupuk dengan kandungan PK itu tinggi dicampur air. Pemberiannya berselang satu sampai dua hari jika musim kemarau. Sebaliknya pas hari-hari hujan, tidak perlu disiram. Penyiraman larutan pupuk tersebut dilakukan saat hari panas.

Untuk memperoleh bunga dalam satu tanaman dengan beragam warna dan bentuk, hobiis bisa melakukan penempelan beberapa entres dari jenis adenium yang disukai. Penempelannya dengan cara flat ataupun V yang seperti penempelan adenium bunga petal satu.  Hasil tempelan tersebut ditutup dengan plastik dan diikat. Setelah 10 hari dilepas karena tempelan sudah merekat. “Begitu dilepas dua tiga hari akan keluar mata tunas. Dan rata-rata tiga bulan, tanaman tersebut akan bisa mengeluarkan bunga,” ungkap Ipunk berdasar pengalamannya.

Batang induk yang ditempeli sebaiknya dipilih bonggol yang besar. Semakin besar bonggol bawah, semakin cepat tumbuh entresnya. “Pertumbuhan entresnya pun semakin pesat,” katanya. Sedangkan entres yang akan ditempelkan, pilih entres yang sehat dan panjang agar bisa mendapatkan sambungan yang banyak dalam satu batangnya. Batang yang akan ditempelkan tersebut sebaiknya yang gemuk.

Tri Mardi Rasa

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE