10 May 2017
PETERNAKAN : Edwin Lau jadi Duta Ayam Dingin Segar

Kementerian Pertanian menggandeng Edwin Lau, salah satu chef kondang favorit para ibu, untuk mengampanyekan ayam dingin segar.

Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 95/2012 tentang kesehatan masyarakat veteriner dan kesejahteraan hewan, pemerintah DKI Jakarta bertekad melarang keberadaan penampungan dan pemotongan unggas di pasar-pasar dan pemukiman pada 2017. Lokasi penampungan ditentukan oleh Gubernur melalui SK Gubernur No. 1909/2009, No. 168/2012, dan No. 723/2015.

Menurut Sri Mukartini, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Ditjen Peternakan dan Keswan, Kementerian Pertanian, peraturan ini dibuat dengan tujuan mengurangi risiko penularan penyakit hewan kepada manusia (zoonosis). “Pangan asal hewan harus aman, sehat, utuh, dan halal. Dengan adanya konsentrasi Rumah Potong Hewan (RPH) ini, maka rantai dingin sangat diperlukan untuk menjaga kualitas daging unggas,” katanya pada acara peluncuran kampanye ayam dingin segar di Jakarta (6/10).

Daging Dingin Lebih Sehat

Untuk membangun kesadaran konsumen terhadap keamanan pangan, Kementerian Pertanian memulainya dengan kampanye konsumsi ayam dingin segar kepada para ibu rumah tangga atau Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Selama ini banyak ibu rumah tangga lebih menyukai daging segar “panas” dan menganggap ayam dingin sebagai daging lama dan tidak laku.  Padahal yang benar adalah sebaliknya. Daging panas rawan terkontaminasi bakteri, sedangkan daging dingin lebih sehat lantaran sejak dipotong sudah dijaga tetap dalam suhu rendah mencegah bakteri untuk berkembang biak.

Demi kelancaran kampanye, Sri Mukartini menominasikan beberapa kandidat sebagai duta kampanye. Ternyata ibu-ibu memilih Edwin Lau sebagai duta kampanye ayam dingin segar. “Chef Edwin juga memiliki banyak resep tradisional yang berbahan dasar ayam. Jadi kenapa tidak?,” terang wanita yang akrab disapa Tini ini.

Edwin sendiri merasa senang dan terhomat dipilih menjadi duta ayam dingin segar Kementerian Pertanian. Ia mengaku tidak kesulitan mengampanyekan ayam dingin segar ini karena sebelumnya pernah menjadi duta untuk produk pertanian Amerika Serikat dan Duta Street Food Hongkong. “Pada intinya saya hanya akan menjadi diri saya sendiri, tidak akan ada paksaan. Kalau orang melihat saya pastinya ingin sehat kan? Badan saya seperti ini karena saya rutin konsumsi dada ayam,” jelas Edwin.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 12 Edisi No. 268 yang terbit pada Oktober 2016. Atau klik di www.scanie.com/featured/agrina.html, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE