10 May 2017
PERIKANAN : Tips Budidaya Saat Cuaca Tak Menentu

Pahami gejala perubahan parameter air tambak dan lakukan tindakan pencegahan sesuai prosedur.

Perubahan cuaca yang ekstrem atau biasa disebut mediding membuat petambak udang vaname berpikir ulang melakukan budidaya. Fluktuasi suhu sangat mempengaruhi nafsu makan udang yang bisa berdampak sampai ke produktivitas panen.

Guna menyiasati kondisi alam ini, Edhi Guno Sumarto, Manager Farm PT Matahari Cipta Sentosa, anak perusahaan PT Matahari Sakti menyiapkan siasat tertentu. Edhi mengelola farm budidaya udang di Desa Klasemen Pantai, Kecamatan Pejarakan, Probolinggo dan Desa Klatakan, Kecamatan Panarukan, Situbondo.

Menurut Edhi, pada kondisi cuaca tak menentu, penerapan biosekuriti menjadi harga mati dalam budidaya vaname. Penggunaan tandon pengendapan dan tandon perlakuan adalah salah satu unsur biosekuriti untuk mengurangi masuknya musuh alami  (kepiting, jembret, dan udang kecil-kecil) maupun populasi plankton.

Untuk mengatasi masuknya kepiting ke dalam tambak, Edhi memasang pagar di pinggiran kolam. Sedangkan untuk antisipasi burung dengan memasang senar/jaring di atas kolam. Memang tidak begitu efektif karena kotoran tetap masuk.

Kontrol Suhu

Perubahan cuaca berpengaruh langsung terhadap perubahan suhu air secara mendadak. Edhi memaparkan, suhu siklus budidaya musim lalu bisa mencapai 31o - 32°C pada siang hari, malam hari di atas 29°C, kadangkala 28°C. Ia mengungkapkan, situasi pagi saat akhir musim penghujan dan mengawali musim kemarau yang lalu ada penurunan suhu siang hari 29°C, malam hari 28,5o - 29,7°C atau turun 1o-2oC.

Kondisi ini, menurut Edhi, berpengaruh pada nafsu makan udang karena setiap suhu turun 1°C metabolisme udang juga ikut turun. Sebaliknya jika suhu naik 1°C nafsu makan bisa meningkat 10%.  Kalau terjadi penurunan metabolisme, aktivitas makannya tidak maksimal. “Dampaknya Average Daily Gain (ADG) atau pertumbuhan harian yang biasanya ditarget 0,3 g mungkin hanya dapat 0,2 - 0,15 g/hari,” ujarnya.

Edhi menyiasati fluktuasi suhu dengan bermain di ketinggian air walaupun cara tersebut diakuinya tidak terlalu signifikan hasilnya tapi bisa meminimkan risiko kegagalan. “Siklus yang lalu suhu cukup tinggi siang hari 31o - 32°C kita tinggikan air. Tapi kalau pagi ini agak dingin ya nggak terlalu bermain di ketinggian,” paparnya.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 12 Edisi No. 268 yang terbit pada Oktober 2016. Atau klik di www.scanie.com/featured/agrina.html, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE