10 May 2017
INFO PASAR : Memasarkan Kentang Berkualitas ke Pasar Ritel Modern

Kentang termasuk bahan makanan telah dikenal luas masyarakat. Berbagai jenis dan ukuran kentang mudah didapatkan di pasar, baik pasar tradisional maupun ritel modern (supermarket, hypermarket, wholesales, dan gerai produk-produk segar). Bentuknya, umbi segar, sudah dipotong-potong dan dikemas (frozen food), serta olahan berupa camilan.

Meskipun mudah dijumpai di pasar ritel modern, produksi kentang kita baru mampu memenuhi  sekitar 10-12% dari kebutuhan nasional yang sekitar 10 juta ton/tahun. Produksi kentang 2015 mencapai 1,2 juta ton dan 2016 diperkirakan turun 9-10%. Penurunan produksi tersebut ternyata berbanding lurus dengan pertumbuhan penjualan kentang di pasar ritel modern (supermarket, hypermarket, wholesales) yang mengalami penurunan sekitar 5-6% 2014-2015. Total penjualan 2015 sekitar 800-900 ton.

Peluang Pemasaran

Kendati jumlah penjualan di pasar ritel modern turun, kentang tetap potensial untuk digarap. Alasannya, produksi dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan nasional dan harga di tingkat petani menguntungkan. Tingkat konsumsi kita pun terus meningkat seiring menjamurnya berbagai rumah makan dan beraneka makanan berbahan dasar kentang.

Saat ini jenis kentang segar yang beredar di pasar ritel modern antara lain: kentang granola, kentang tees, kentang kecil (rendang), kentang diet, kentang organik, dan kentang untuk siomay dengan berbagai merek dan kemasan. Ukuran umbi di pasar ritel modern adalah kelas A (4-5 buah/kg) dan B (6-7 buah/kg), kecuali kentang rendang (baby potato) dan kentang siomay (agak kecil).

Bila kita menjadi pemasok pasar ritel modern, kita harus mampu mengelola sumber pasokan kentang, transportasi, dan berhitung secara cermat karena pembelian kentang di tingkat petani berbeda  dengan pembelian oleh pasar ritel modern. Pembelian kentang ke petani menggunakan harga kelas campuran, sedangkan penjualan ke pasar ritel modern menyesuaikan dengan kriteria dan kelas kentang. Karena itu, kita harus memiliki saluran penjualan lain untuk menampung sortiran kentang yang tidak masuk kriteria dan kelas pasar ritel modern.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 12 Edisi No. 268 yang terbit pada Oktober 2016. Atau klik di www.scanie.com/featured/agrina.html, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE