21 June 2010
Teh Murbei Turunkan Gula Darah

Kadar gula darah meningkat karena diabetes? Rutinitas sederhana minum teh dapat menurunkannya. Ganti teh hijau Anda dengan teh murbei.

Diabetes mellitus (DM), nama penyakit ini memang tidak asing lagi di telinga kita. Jumlah penderitanya pun terus bertambah dari tahun ke tahun. Bahkan, dr. Yunani Setyandrian, seorang pakar kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memprediksi, penderita diabetes di Indonesia mencapai 21,3 juta orang pada 2030. Gaya hidup yang semakin tidak sehat menjadi biang keladinya.

DM itu sendiri termasuk penyakit degenerasi yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah atau hiperglisemia terus menerus akibat pankreas tidak memproduksi insulin. Insulin berperan dalam mengangkut glukosa dari darah untuk disebarkan ke otot, lemak, maupun sel-sel hati dan digunakan sebagai energi. Absennya produksi hormon ini menyebabkan glukosa menumpuk dalam darah sehingga kadar gula darah meningkat.

Penanganan diabetes umumnya dengan menyuntikkan insulin ke dalam tubuh. Namun, pada kenyataannya pengobatan ini tak selamanya memberikan hasil yang baik. Salah satu solusinya adalah menambahkan pengobatan berbahan herbal. Teh daun murbei contohnya.

Menurunkan Kadar Gula Darah

Tanaman murbei (Morus alba) biasa dimanfaatkan sebagai pakan ulat sutera.  Telah lama tanaman ini menjadi bahan ramuan kuno untuk mengobati berbagai jenis penyakit termasuk DM. Menurut Dr. Ir. Evy Damayanthi, MS, salah satu senyawa dalam daun murbei yang paling berperan mengatasi diabetes adalah 1-deoxynojirimycin (DNJ). “Senyawa ini berperan dalam menghambat aktivitas á-glukosidase, yaitu enzim untuk memecah karbohidrat kita menjadi glukosa,” jelas Evy.

Penurunan kadar gula dalam darah ini telah dibuktikan pada beberapa penelitian. Satu di antaranya, penelitian Kim dkk pada 2006. Tikus penderita DM yang diberikan ekstrak murbei mengalami penurunan kadar gula darah, bahkan lebih baik dibandingkan obat antidiabetes.

Kini manfaat daun murbei dapat diperoleh dalam bentuk teh. Di pasaran ada yang berbentuk serbuk, ada pula yang lebih praktis, teh celup. Seorang penderita diabetes mengalami penurunan kadar gula darah setelah rutin meminum teh ini. Setelah kadar gula darah turun, sebaiknya teh ini tetap rutin dikonsumsi untuk menjaga kadarnya pada kisaran normal. “Sifat teh ini ‘kan fungsional, bukan kuratif. Jadi lebih bersifat menjaga, bukan mengobati. Setelah (kadar gula darah) normal, dia (teh murbei) akan menjaga supaya normal terus,” papar dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB ini.

Evy menambahkan, pada penelitian perbandingan antara teh hijau biasa dengan teh murbei, teh hijau justru menurunkan kadar gula darah lebih baik dibandingkan teh murbei. Namun, ada kecenderungan, teh murbei menurunkan kadar gula darah lebih banyak pada akhir masa penelitian. “Bekerjanya nanti, belakangan, sekitar dua atau tiga minggu. Mungkin ada mekanisme tertentu. Artinya, dia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bisa lebih aktif bekerja,” tuturnya.

Penderita diabetes biasanya mempunyai pankreas yang rusak sehingga tidak dapat menghasilkan insulin. Cara kerja teh murbei ini bukan memperbaiki pankreas yang rusak tersebut, tapi lebih mengoptimalkan kerja pankreas untuk menghasilkan insulin lebih banyak. Insulin yang dihasilkan dapat bekerja mengambil glukosa dalam darah untuk diedarkan ke dalam sel.

Benar Cara Pembuatannya

Dalam penyeduhan teh, ada cara ideal agar kandungan gizinya optimal. Jika selama ini kita menyeduh teh dengan air mendidih, sebaiknya tinggalkan kebiasaan itu. Begitu pula kalau kita terbiasa merendam atau mencelup teh selama mungkin. Penyeduhan teh yang baik, menurut Evy, menggunakan air hangat dengan suhu 70o—80ºC. Baik teh serbuk maupun teh celup, sebaiknya hanya direndam selama 15 menit saja. “Kalau terlalu lama, tanin dalam teh akan keluar, itu yang menyebabkan rasanya menjadi pahit,” imbuhnya.

Penyiapan teh murbei cukup mudah. Rendam 20 g bubuk teh atau setara dengan satu sendok teh, ke dalam 200 ml air atau satu cangkir. Setelah direndam selama 15 menit, rendaman tersebut disaring, dan airnya diminum. “Minimal minum dua cangkir sehari. Atau kalau kasusnya sudah berat, bisa empat cangkir. Kalau (kadar gula darah) sudah turun, sebaiknya minum rutin, untuk menjaga tetap normal,” lanjut wanita berjilbab ini. Dan satu hal yang harus diperhatikan adalah jangan ada penambahan gula dalam konsumsi teh ini agar hasilnya optimal.

Multimanfaat

Tidak hanya bermanfaat untuk diabetes, teh murbei juga dapat mengatasi berbagai gangguan. Mulai dari penyakit biasa, seperti flu, batuk, demam, sulit tidur, dan sakit gigi hingga penyakit lebih serius, misalnya malaria, rematik, vertigo, dan hepatitis.  Bahkan, memperlancar air susu ibu bisa.

Konsumsi rutin teh murbei dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membuat awet muda. Salah satu kandungan dalam teh murbei yang tidak dipunyai produk lain adalah dapat menetralisir racun dalam tubuh (detoksifikasi). Tim media dari Korea sudah membuktikan melalui penelitiannya.

Jika biasanya kita menikmati teh dengan aroma melati ataupun jahe, mengapa tidak mencoba alternatif teh murbei? Aromanya pun cukup kuat dengan rasa yang tidak jauh berbeda dari teh hijau biasa. Bahkan rasa teh murbei tidak sepahit teh hijau. Tubuh pun dapat lebih sehat dengan cara yang lebih nikmat.

Renda Diennazola

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE