30 June 2016
Herbal Peningkat Trombosit

Kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan bagian-bagian tanaman untuk mengatasi masalah kesehatan menjadi faktor utama dikembangkannya penelitian tentang herbal.

Trombosit merupakan komponen darah yang tidak berwarna dan berperan dalam sistem pembekuan darah untuk menghentikan pendarahan. Jumlah trombosit normal berkisar antara 150 ribu – 450 ribu/ěl darah. Jika jumlah trombosit kurang dari 150.000/ěl darah, maka bisa ada kemungkinan terkena trombositopenia. Trombositopenia terjadi saat trombosit dalam darah lebih rendah dari normal.

Trombositopenia dapat disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus pada penderita demam berdarah menyebabkan masa hidup trombosit lebih singkat sehingga jumlahnya berkurang. Selain infeksi virus, limpa yang membesar dan Idiophatic Thrombocytopenic Purpura (ITP) juga dapat menyebabkan trombosit dalam darah berkurang.

Meningkatkan Trombosit

Dr. Anton Bahtiar, M.Biomed., Apt., peneliti di Laboratorium Farmakologi, Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia, mengatakan, ada banyak tanaman yang dapat digunakan untuk menaikkan trombosit.

“Memang yang sudah banyak diteliti itu daun jambu biji, tapi  meniran juga bisa. Meniran dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga bisa meningkatkan trombosit,” jelas Anton yang menjabat Ketua Program Studi S2 Herbal Medisin UI.

Meniran telah digunakan masyarakat Indonesia secara tradisional untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berdasarkan Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol. 28 No. 6 tahun 2016, tanaman herbal bernama ilmiah Phyllanthus niruri ini memiliki khasiat sebagai antivirus.

“Meniran itu lebih ke imunomodulator. Virus DBD (Demam Berdarah Dengue) itu kan menyerang sistem imun yang tidak spesifik. Jadi dengan meniran, sistem imun dapat ditingkatkan sehingga secara tidak langsung dapat bertahan dari virus,” sambung dokter yang menyelesaikan pendidikan S2 Kedokteran UI dengan beasiswa pemerintah ini.

Selain meniran, beberapa tanaman lain juga telah diteliti memiliki aktivitas untuk meningkatkan jumlah trombosit seperti daun pepaya dan daun ubi jalar. Namun, Ir. Nurliani Bermawie, Ph.D, Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro) mengatakan, di Indonesia belum banyak penelitian signifikan mengenai khasiat daun ubi jalar yang menaikkan jumlah trombosit.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 12 Edisi No. 262 yang terbit pada April 2016. Atau klik di https://www.getscoop.com/id/majalah/agrina, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE