|
01 February 2010
Adenium Tumpuk Berbunga Serempak
Seorang hobiis pernah lantaran bunga yang diidamkannya gagal mekar. Usut punya usut, cuaca pada musim hujan dan pasokan nutrisinya tidak memadai untuk menghasilkan bunga.
Furqon, hobiis adenium di Jakarta Selatan, mengatakan, tanaman adenium ternyata ada yang bersifat malas berbunga, dan kalau berbunga pun tidak serempak. Selama ini hobiis memicu pertumbuhan bunganya dengan menyemprotkan pupuk yang mengandung unsur fosfor dan kalium tinggi. Itu berbeda dari adenium berbunga tumpuk milik dia yang cenderung stabil dalam memproduksi bunga tumpuk dan pembungaannya bisa serempak. “Petal (mahkota) atas dan bawah muncul secara bersamaan,” jelas Furqon.
Menurut pria yang akrab disapa Ipunk ini, ada cara mudah untuk membuat adenium tetap berbunga. Ia menyarankan pemangkasan secara menyeluruh dan menyisakan calon-calon mata tunas pada percabangan. Selain itu, yang juga perlu diperhatikan adalah media tanamnya. Dua minggu sebelum pemangkasan, pastikan media tanam masih bagus atau sudah lapuk. Bila lapuk, ganti dengan yang baru.
Sebulan kemudian ganti komposisi pupuk NPK yang digunakan menjadi 10:40:40 atau dengan PK tinggi. Dosis dan frekuensinya tidak berbeda dari sebelumnya. Dua bulan setelah itu tanaman akan mulai memperlihatkan kuncup-uncup bunganya.
Waktu tepat untuk memacu adenium tumpuk berbunga adalah awal musim kemarau supaya risiko busuk akibat pemangkasan sangat rendah. Namun kalau tetap mau memangkas saat musim hujan, lakukan di tempat yang tidak terkena hujan secara langsung. Bila musim kemarau mulai berlangsung bulan Mei, maka bunga adenium tumpuk ini akan muncul secara serempak pada Agustus dan September.
Sepanjang Musim
Tidak hanya rajin berbunga, beberapa hobiis menginginkan adenium tumpuknya berbunga sepanjang musim. Ipunk pun membeberkan kiatnya yang mudah dan dapat diterapkan siapa saja. Persiapkan plastik hitam atau plastik bening untuk menutupi media tanam dan tali plastik. Plastik ditutupkan pada media tanam, kemudian ikat agar air tidak masuk ke media tersebut. Sungkup selama 1—2 minggu dan trauh di tempat yang teduh tanpa pernah disiram. “Perlakuan ini untuk membuat media tanam menjadi benar-benar kering,” jelasnya.
Selanjutnya, buka sungkup tersebut dan siram tanaman seperti biasa atau dua kali seminggu. Usahakan pot tidak langsung menyentuh lantai atau berikan ganjalan supaya air lebih cepat turun ke bawah. “Dalam penyiraman tersebut bisa ditambahkan pupuk dengan PK tinggi yang sudah dicairkan,” tambahnya.
Letakkan tanaman di tempat teduh tapi tetap bisa mendapatkan sinar matahari, hingga muncul calon bunga. Hindarkan dari kucuran air hujan secara langsung karena dapat menyebabkan bunga yang sudah mulai muncul jadi rontok.
Saat bunga telah mekar, usahakan tidak langsung terkena air hujan. Selain bunga akan rontok, bunga itu cuma bertahan 3—4 hari. Jika tidak terkena hujan, hobiis bisa memandangi keindahan bunga tersebut hingga satu minggu.
Tri Mardi Rasa
|