09 June 2010
Semakin Cantik dengan Tanaman Air

Kejenuhan melihat tanaman hias yang itu-itu saja mungkin saja terjadi. Untuk itu, variasi jenis tanaman sangat diperlukan. Mengapa tidak mencoba menambahkan elemen air pada taman Anda?

Elemen air bisa menambah kesegaran taman, apalagi dengan tambahan tanaman hias air yang ternyata banyak ragamnya. Tidak harus berupa kolam luas yang berisi ikan, cukup dengan menggunakan pot cantik berukuran sedang, kita dapat menempatkan tanaman air. Adanya elemen air tentu dapat menambah kesegaran tersendiri di taman.

Banyak Pilihan

Biasanya orang hanya mengenal teratai sebagai tanaman air. Saat ini pilihan tanaman air sudah lebih beragam. Contohnya apu-apu. Tanaman yang juga dikenal sebagai selada air ini mempunyai daun yang bergelombang dan permukaannya seperti beludru. Apu-apu ini sebaiknya diletakkan di bawah naungan karena daunnya mudah terbakar jika terkena sinar matahari langsung.

Lain lagi dengan eceng gondok. Selama ini tanaman ini dikenal sebagai gulma dan dapat mengakibatkan pendangkalan pada sungai. Namun, bunganya yang cantik membuat tanaman ini juga bisa digunakan sebagai tanaman hias. Bahkan tanaman ini berperan sebagai penangkap polutan logam berat dan residu pestisida. Eceng gondok menyukai sinar matahari yang cukup.

Ada lagi ekor kucing atau cat tail. Tanaman ini berbentuk rumput dengan tinggi 1,5-2,5 m. Bunganya berwarna cokelat panjang menyerupai ekor kucing dengan panjang 15—20 cm. Tanaman ini indah diletakkan di kolam terbuka karena menyukai sinar matahari langsung.

Lalu ada pula lidi air. Yang satu ini cukup mudah ditemukan di penjual tanaman hias. Bentuknya memang panjang seperti lidi dengan batang gepeng berwarna hijau dan sedikit garis kuning. Tanaman ini tahan sinar matahari penuh sehingga cocok diletakkan di pinggir kolam terbuka.

Kemudian ada papyrus yang bertangkai panjang. Daunnya halus dan tumbuh merumpun pada bagian ujung tangkai dan menyerupai rambut halus. Papyrus menyukai sinar matahari penuh dalam pertumbuhannya.

Jika selama ini kita mengenal melati yang tumbuh di darat, kali ini ada melati air. Bunganya menyerupai melati darat dengan warna putih. Biasanya bunga mekar pada pagi hari, lalu akan menguncup. Sebaiknya melati air tidak diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung.

Menurut Yudi, salah satu penjual tanaman hias air di daerah Kalimalang, Jakarta Timur, tanaman air yang juga sedang banyak diminati adalah keladi air. Seperti umumnya keladi, tanaman ini membentuk daun lebar, tapi dengan batang yang panjang. “Keladi ini awet, tidak harus dirawat khusus, anakannya banyak dan pertumbuhannya cepat. Bunganya berwarna pink dan muncul terus menerus bergantian.” paparnya.

Tidak lazim membicarakan tanaman air tanpa menyebutkan teratai. Tanaman ini sejak lama memang menjadi tanaman air favorit. Namun, daun teratai harus selalu berada di permukaan air. Sedikit saja daun keluar dari air atau menjuntai di pinggiran pot, maka tanaman bisa terbakar seluruhnya. “Risikonya kalau teratai memang seperti itu, butuh tempat yang luas,” tambah Yudi. Hal ini diamini oleh Saleh, penjual tanaman air di kawasan Senayan, Jakarta Pusat. “Lebih baik teratai ditaruh di wadah yang lebar, daunnya akan semakin bagus pertumbuhannya.”

Kolam atau Pot

Tambahan kolam di taman tentunya dapat dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman air. Kolam yang luas menjadi tempat tumbuh yang baik bagi tanaman air yang besar, seperti teratai, papyrus, lidi air, atau keladi air. Sementara tanaman yang cenderung kecil seperti apu-apu atau eceng gondok dapat memanfaatkan pot tanah liat atau keramik sebagai penampung air.

Penjual tanaman air biasanya menjual tanaman air dalam ember plastik hitam dengan media tanam lumpur sawah dan pupuk kandang serta digenangi air. Ada dua pilihan metode penanaman tanaman air tersebut di wadah yang kita punya. Jika wadahnya besar seperti kolam, tanaman dapat diletakkan langsung tanpa dikeluarkan dari embernya atau media tanam dalam ember tersebut dipindahkan ke dalam kolam.

Bila tanaman dimasukkan bersama embernya, untuk menjaga keindahan sebaiknya tanaman diatur sedemikian rupa agar ember hitam tidak terlihat dari permukaan. Ini bisa dengan mengatur kerimbunan tanaman atau mengganti ember dengan wadah yang lebih menarik. “Supaya tanah dan lumpurnya tidak terangkat ke atas (mengotori air), sebaiknya dilapisi dengan pasir malang. Airnya nanti akan tetap bening,” saran Saleh. Khusus untuk teratai, semakin besar wadah tanamnya, semakin baik pertumbuhannya.

Media tanam juga dapat langsung diletakkan di wadah, terutama wadah yang kecil seperti pot. Saat menanam, tanam akar, rimpang, atau umbi tanaman secara horizontal, dan terbenam seluruhnya ke dalam media agar tanaman kuat. Akar dipilih yang masih baik, dan tidak terlalu tua dan tebal.

Pilihan media tanam langsung diletakkan di wadah berpengaruh pada perawatan wadah. Kebersihan air dan wadah tanam menjadi lebih sulit diperhatikan. Jika air dalam wadah sudah terlalu kotor, tanaman harus dikeluarkan dari media tanam dan media sebaiknya diganti seluruhnya. Jika masih menggunakan ember, hanya perlu mengeluarkan ember sementara air dalam wadah diganti.

Menurut Saleh, pada dasarnya tanaman air tidak memerlukan perawatan yang sulit dan khusus seperti tanaman hias pada umumnya. Pupuk yang diperlukan juga sedikit, disesuaikan dengan media tanam dan banyaknya tanaman. “Paling sebulan sekali dipupuk pakai NPK,” imbuhnya.

Pemupukan dengan NPK tidak seperti pemupukan yang biasa dilakukan. Untuk tanaman air, NPK dibungkus kertas koran atau tisu, kemudian dibenamkan di dasar pot. Perawatan lainnya yang perlu dilakukan seperti membuang daun-daun tua dan bunga yang layu agar tidak mengotori kolam atau wadah air.

Renda Diennazola

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE