21 June 2010
RESTO : Rumah Harum Durian Surganya Pecinta Durian

Jika Anda termasuk penggila buah durian, tidak ada salahnya mencoba menikmati buah favorit Anda tersebut di tempat ini. Beberapa jenis durian dapat ditemukan untuk memenuhi keinginan pelanggannya.

 Harum buah durian terasa sangat menggoda begitu melewati persimpangan Jl. Arteri, Pos Pengumben, Jakarta Barat. Bukan jajaran pedagang buah durian yang mangkal di sana melainkan sebuah resto berlabel Rumah Harum Durian. Sejak pertama kali dibuka sekitar dua tahun lalu, resto ini sudah memancing perhatian masyarakat yang lewat di depannya. Sang pengelola menandai tempat usahanya dengan memampangkan replika buah durian yang membangkitkan selera.

Setiap hari tidak kurang 200 pelanggan yang menikmati buah durian. Cukup laris sehingga pengelola resto berani membuka empat cabang yang terletak di kawasan Bumi Serpong Damai, Cirendeu (Tangerang), dan Lebakbulus serta Warung Buncit (Jakarta Selatan).

Kan Yao Paling Diminati

Sebagian besar durian didatangkan langsung dari Thailand. Sisanya durian lokal dari berbagai daerah seperti Semarang, Purwokerto, Medan, Palembang, dan Bogor saat stok durian impor menipis. Agar pelanggan puas, Widodo, mewakili Alan, sang pengelola resto, menuturkan, pihaknya selalu menampilkan durian terbaik. Paling tidak satu kontainer durian Thailand masuk resto ini per minggu.  “Satu kontainer berisi 1.000 dus, sedangkan untuk satu dus bisa berisi 17 kg. Satu buah durian biasanya berbobot 3—6 kg,” jelasnya.

Lebih jauh Widodo menjelaskan tentang tiga jenis durian Thailand, yaitu monthong, kan yao, dan chanee. Monthong dan chanee berbentuk lonjong, warna kulitnya sedikit kuning. Warna daging buahnya kekuningan. Sedangkan kan yao, bentuknya lebih bulat, warna kulitnya hijau, dan tangkainya lebih panjang. Warna daging buahnya lebih kuning dan teksturnya lembek. Di antara ketiga jenis itu, kan yao paling diminati.  Sayang, pasokannya sedikit. Berbeda dengan monthong, ini lebih mudah didapat karena pekebun lokal pun sanggup memproduksinya sehingga resto tidak pernah kekurangan stok.

Kecuali kan yao, pelanggan juga menggilai monthong salju. Durian ini sebenarnya adalah durian montong, hanya saja disajikan dingin karena disimpan di dalam freezer. 

Karena tipe dan jenis durian yang disediakan bervariasi, harganya pun berbeda-beda. Untuk kan yao, yang termahal, harganya mencapai Rp36.000 per kg. Chanee dilabel Rp22.000 dan monthong Rp23.500 per kg. Harga ini bisa lebih tinggi ketika sedang tidak musim, dan bisa turun kalau memang sedang musim. Biasanya, pada sekitar Juni harga durian cukup murah. Sebaliknya menginjak Januari, harga akan naik, bahkan pihak resto biasanya kesulitan mencari pasokan.

Selain menyediakan berbentuk buah, resto ini juga menawarkan berbagai produk durian lain, seperti es krim  dan jus durian. Semuanya mengandung 100% buah durian tanpa tambahan gula. Jika malas mengantre, pelanggan bisa membeli yang sudah dikupas dan dikemas dalam kotak plastik. Atau boleh juga pesan antar.

Kiat Menjaga Pelanggan

Menurut Setyo Widodo, mewakili Alan, sang pengelola, pihaknya menerapkan konsep service to customer. Maksudnya, pelayan akan terus mencarikan durian sampai pas dengan keinginan pelanggan. Pelayan ini akan menanyakan lebih dulu detail durian yang diinginkan, misalnya mau sedikit basah atau kering. Bila pelanggan sudah mendapatkan durian yang sesuai, pelayan akan menanyakan makan di sini atau dibawa pulang. Dengan konsep layanan seperti itu pelanggan akan datang kembali untuk menikmati manisnya buah durian.

Supaya buah tetap segar atau matang saat disajikan, pengelola mengorder buah yang sedikit mentah. Biasanya hanya tinggal menunggu tiga hari, durian tersebut matang. “Karena jika membeli durian dalam keadaan matang, pada saat sampai sudah pecah dan rasanya kurang nikmat,” ungkap Widodo.

Agar mampu bersaing dengan toko durian, Widodo mengaku tidak pernah  membohongi pelanggannya. Pelayan akan mengatakan sejujurnya durian itu nikmat atau kurang nikmat. Pasalnya, kalau dipaksakan, akan mengecewakan pelanggan sehingga mereka kabur.

Pelanggan resto terdiri dari pegawai kantoran, masyarakat sekitar, atau yang kebetulan lewat. Ada pula artis yang pernah membeli di tempat ini, seperti Dewi Perssik dan Dewi Sandra.

Resto durian ini buka pukul sepuluh pagi hingga 10 malam. Berbeda dari resto pada umumnya yang ramai saat jam-jam makan, di sini tidak bisa ditebak kapan ramai, kapan sepi.

Yuwono Ibnu Nugroho

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE