29 October 2012
Ramaikan Rumah dengan Suara Indah
Saling silang indukan ramaikan varian suara. Tawanya pun makin membahana.

Mungkin perawakannya biasa saja, tiada beda dengan ayam pada umumnya. Eits jangan terjebak! Meski terlihat biasa, ayam ini sangat istimewa karena bisa tertawa layaknya manusia.

Ayam ketawa, begitulah orang biasa menyebutnya. Pasalnya, suara kokok ayam ini cukup unik dan khas, panjang, serta bernada seperti orang yang sedang tertawa. Bayangkanlah suara kokok ayam saat pagi hari yang berbunyi kukuruyuuk. Nah, ayam yang berasal dari Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, ini bisa berkotek mirip suara tawa Mak Lampir, tokoh imajiner sandiwara radio legenda Gunung Merapi yang terkenal di tanah Jawa, nan menyeramkan.

Hanya itu? Tunggu dulu, ada juga suara kuik-kuik, dangdut, dan gretek. Disebut suara kuik-kuik lantaran ayam akan memamerkan bunyi kuik-kuik secara berulang-ulang dengan nada panjang. Suara dangdut berbunyi standar kokoooook kokokok, sedangkan suara gretek dibunyikan secara cepat.

Untuk mendengarkan suaranya yang khas pun tak perlu repot. Tariklah perlahan ekor sang ayam. Otomatis, dia akan mengepakkan sayapnya dan bersuara merdu.      

Saling Silang

Menurut Nur Hidayat, peternak ayam ketawa, hingga saat ini banyak sekali variasi suara indah ayam ketawa. Peternak kerap menyilangkan ayam ketawa dengan bunyi khasnya untuk menghasilkan suara baru. “Kalau kita silangkan fokusnya bukan ke warnanya, lebih ke suaranya,” ujar Nur Hidayat saat ditemui AGRINA pada ajang Flora Fest 2012 di Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara.

Soalnya, semakin unik suara yang dihasilkan, semakin tinggi nilai jual ayam ketawa. Ayam bersuara Mak Lampir misalnya, bisa mencapai Rp10 juta/ekor. Sementara, kisaran umum harga jual ayam usia dewasa sebesar Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta tiap ekor ayam kualitas standar.

Pun, dalam kontes-kontes ayam hias, peluang menjadi pemenang kontes makin besar bila memiliki suara khas. Suara indah yang diwariskan secara genetik menyebabkan anakan ayam ketawa dari induk juara kontes akan ramai dipesan. “Yang paling laris itu anakan juara. Itu inden. Jadi begitu mesen nanti umur satu bulan langsung diambil,” lanjut Nur, begitu ia disapa.

Baik ayam pejantan maupun betina bisa menghasilkan suara kokok yang indah. Namun, sambung pria yang hobi memelihara ayam ini, suara yang dihasilkan si betina tidak sebagus si pejantan. Dan pemilik suara indah ini akan lincah berkotek pada umur 6 bulan. “Enam bulan udah maksimal suaranya. Udah dewasa dia,” imbuh Nur.  

Dimandikan dan Dijemur

Ada teknik khusus untuk menghasilkan suara indah, yakni diberikan pakan dan vitamin, dimandikan, dan dijemur. Pakan untuk bibit ayam ketawa sama seperti pakan bibit ayam petelur, berupa voer untuk ayam petelur. “Kalau masih kecil, di bawah 3 minggu, makanannya stand by (selalu ada) biar cepet gede, biar pertumbuhannya bagus,” papar Nur.  

Setelah dewasa, induk betina dan pejantan dibedakan jenis pakannya. “Kalau betinanya bisa pake pakan petelur murni, terus kita kasih selingan gabah, jagung, atau beras merah,” kata pria kelahiran Jakarta, 7 April 1984 ini. Sedangkan pejantannya, lebih bagus diberi pakan organik, seperti beras merah, jewawut, dan gabah. Dosis pakannya cukup sehari sekali pada pagi atau malam hari untuk ayam ketawa jantan dan dua kali sehari bagi si betina.

Sementara itu, proses memandikan ayam baru bisa dimulai ketika ayam memasuki umur 4 bulan ke atas. Menurut Nur, memandikan ayam dua hari hari sekali merupakan keharusan. “Itu harus. Buat perawatan bulunya. Kalau nggak, dia ‘kan ada kutunya. Tubuhnya nanti jamuran kalau jarang dimandiin,” ujarnya mewanti-wanti.

Dan agar kesehatan ayam ketawa lebih terjaga, bersihkan kandang dari kotoran ayam dan semprotkan dengan cairan disinfektan sebanyak 2 – 3 kali per minggu untuk mencegah tumbuhnya bakteri penyebab penyakit. Untuk keperluan ini, Anda bisa menggunakan karbol atau mikroba EM4. Jika tidak terserang penyakit, menurut pengalaman Nur, umur ayam ketawa bisa mencapai 5 tahun, tapi rata-rata hanya dua-tiga tahun.

Teramai Diminati

Sejak umur sehari hingga dewasa, ayam ketawa begitu diminati. Anakan ayam yang baru menetas (day-old chick – DOC) diincar sesama pedagang untuk dibesarkan lagi sampai umur sebulan. Dalam sebulan, Nur mampu menjual 50 ekor DOC anakan ayam dengan harga Rp50 ribu/ekor. “Dia (pedagang) beli yang masih baru netas, dibesarin 2-3 minggu bisa laku Rp100 ribu/ekor,” ulas pria yang juga memiliki usaha rental mobil ini.

Sementara, kalangan hobiis lebih suka membeli anakan di bawah umur sebulan. Kisaran harganya mencapai Rp100 ribu/ekor untuk kualitas standar, hingga Rp1 juta/ekor untuk anakan hasil induk juara. Untuk meramaikan bisnis ayam ketawa, para peternak dan hobiis rutin menggelar kontes di tiap-tiap provinsi. Di Jakarta misalnya, kontes ini berlangsung sebulan sekali.

Selain harga jual bervariatif dan memiliki suara indah, ayam ketawa pun tersedia dalam aneka warna bulu. Misalnya, Kaliabo (perpaduan hitam dan jingga), Korro (kuning keemasan dan hitam), Bakka (dominan putih diselingi cokelat atau hitam), dan Balibi (cokelat keemasan), Barumpung, dan Bulu Ara. Tertarik memelihara?

Windi Listianingsih, Renda Diennazola

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE