04 February 2013
Ber-Hari Kasih Sayang dengan Lovebird

Untuk merayakan Valentine’s Day kini tak cuma dengan memberikan mawar merah atau cokelat berbentuk hati untuk sang pasangan. Mau alternatif yang unik?

Setiap 14 Februari, banyak pasangan muda-mudi, dengan mengimpor budaya barat, merayakan tanggal itu sebagai Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day. Biasanya di antara mereka saling memberikan sesuatu sebagai tanda cinta. Bunga mawar dan cokelat, dua pilihan penting untuk keperluan itu.

Bagi pasangan pecinta burung, lovebird bisa jadi pilihan unik. Cericitnya yang merdu, sifatnya yang jinak, dan warna-warni bulunya yang cantik sungguh menawan.  Tak hanya dapat dipelihara sebagai burung untuk dilombakan suaranya tapi juga menjadi satwa berbulu indah yang menyemarakkan rumah.

Peminat lovebird baru itu tentu saja berpeluang menaikkan permintaan. Menurut Imam Saiful, penangkar lovebird di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, dalam dua tahun terakhir permintaan terhadap lovebird mengalami kenaikan. Ini terlihat di beberapa pasar burung berbagai kota, seperti Bekasi, Jakarta (Pramuka dan Jatinegara), Depok, Bogor, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.

Sebagai Pengganti Bunga

Purnomo, pecinta burung lovebird di Cinere, Depok, Jabar, membenarkan, hampir di setiap kios penjual burung pasar-pasar tersebut selalu terpajang lovebird. Meski dibanderol dengan harga Rp300 ribu – Rp500 ribu/ekor, untuk jenis yang bukan dilombakan, peminatnya selalu ada. Dan itu pun akan terjual dalam hitungan jam sejak kios buka. “Jangankan untuk dilombakan, yang buat hiasan di rumah saja kadang di pasar burung tidak ada sama sekali. Padahal yang mencari cukup banyak karena kecantikan warna bulunya,” timpal Imam.

Sementara itu, Yudiantoro, pembiak lovebird di bilangan Bojonggede, Kabupaten Bogor, mengatakan, ada kecenderungan sekarang ini atau menjelang Valentine’s Day, orang mencari lovebird untuk hadiah.  “Mungkin, orang sudah bosan dengan bunga, mereka membeli burung ini untuk hadiah Valentine, apalagi nama burungnya sesuai dengan tema Valentine sendiri,” ujarnya.

Harga, imbuh Yudi, tidak jadi masalah bagi penggemar-penggemar baru ini. Biasanya mereka mencari burung dengan warna yang sesuai keinginan kekasih mereka, yakni yang berwarna cerah dan mencolok, seperti hijau, toska, kuning, kombinasi warna biru muda dan abu-abu, kombinasi kuning, merah, dan hijau.

Pecinta burung mengoleksi si cantik ini bisa jadi lantaran terpikat oleh penampilan atau kicauannya. Lain lagi penangkar, mereka mengawinsilangkan lovebird yang berbeda warna dengan harapan memperoleh keturunan lebih cantik lagi. Namun ada pula penangkar yang menyasar pada produksi burung lomba dan burung bertampilan bulu baru.  Imam yang juga pemilik Ciracas Farm menuturkan, “Ini saya lakukan agar minat penggemar tetap ada dan juga mereka mengoleksi warna baru atau kombinasi dari warna itu sendiri.  Memang, lomba lovebird yang menilai keserasian dan penampilan warna burung belum banyak dan baru beberapa penggemar lovebird di Bandung yang pernah mencobanya,” jelasnya kepada AGRINA.

Tak Khawatir “Booming”

Dengan segala kelebihannya dan semakin banyaknya permintaan, harga lovebird sewajarnya meningkat. Catatan Imam, dulu lovebird bisa dibeli dengan harga Rp200 ribu/ekor, kini yang paling murah Rp500 ribu/ekor. Peningkatan harga ini juga terkait dengan tingkat kepandaian burung dan prestasinya di ajang lomba kicauan. Iming-iming harga dan meningkatnya permintaan membuat para penangkar tertarik untuk mengembangbiakkannya. Apalagi burung ini mudah diternakkan.

Imam sendiri mengaku tidak khawatir dengan “booming” produksi yang biasanya bikin harga turun. “Memang jika produksi banyak, harga akan jatuh atau merosot. Tapi info dari beberapa importir, burung ini selalu habis ketika baru datang dan masih dalam karantina. Bahkan penangkar dan hobiis yang berebut untuk bisa mendapatkan lovebird yang baru didatangkan dari luar negeri harus inden,” alasannya.

Imam mengakui lovebird memang mudah dipelihara tapi yang bisa mengembangbiakkan tidak banyak. Nah, sekarang tinggal memilih memproduksi burung yang kaya variasi warna dan banyak digemari sebagai penghias rumah atau menjadikannya burung untuk lomba kicauan. Keduanya menawarkan keunggulan dan pasar tersendiri.

Tri Mardi Rasa

 

Boks

Tips Merawat Lovebird Tiap Hari

Merawat burung lovebird sangatlah mudah. Yang penting adalah mencegah gangguan penyakit. Berikut tips Imam Saiful untuk pecinta si burung cinta:

·      Mandikan lovebird setiap hari dengan cara disemprot air atau menggunakan kandang khusus

·      Lakukan penjemuran setelah mandi selama 30-60 menit. Setelah penjemuran, angin-anginkan di tempat sejuk atau teras rumah

·      Lakukan pengontrolan makanan dan minuman atau ganti setiap hari

·      Berikan multivitamin seperlunya untuk menjaga kesehatan dan kebugaran

·      Berikan pula cangkang sotong agar kebutuhan kalsiumnya terpenuhi

·      Sajikan pakan tambahan berupa sayuran dan buah berganti-ganti jenis

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE