25 August 2013
Semakin Apik dengan Tanaman Unik
Bentuknya yang unik membuat pekarangan menjadi apik. Keberadaannya pun cukup digandrungi.

Brokoli memang sayuran yang berbentuk unik. Mirip kepala orang berambut kribo. Banyak yang suka menyantapnya lantaran kandungan antioksidannya tinggi. Apa jadinya jika brokoli dijadikan sebagai tanaman hias?

Tidak hanya sebagai makanan, brokoli pun tampak indah menghiasi taman. Bentuknya yang membulat sempurna tertata apik sebagai tanaman hias untuk pekarangan. Tentu saja ini bukan brokoli yang sama.

Membulat Rapi

Tanaman hias ini tergolong tanaman semak. Batangnya hanya dilengkapi dedaunan rimbun berwarna kuning cerah kehijauan atau hijau muda. Kumpulan daunnya membentuk bulatan rapi persis seperti sayuran brokoli. Itulah sebabnya ia dinamakan brokoli hias. 

Brokoli hias ini digandrungi hobiis sebagai tanaman hias karena bentuknya yang menarik. “Ini peminatnya banyak karena bentuknya. Daya tarik utama dari bentuk (seperti brokoli), nggak berantakan,” ujar Iyan, staf lapang Kebon Bunga, nurseri tanaman hias di wilayah Cipadu, Larangan Selatan, Tangerang, Banten.

Apalagi, daun brokoli hias praktis membulat dengan sendirinya tanpa perlu pemangkasan. “Nggak usah dipangkas juga akan membentuk sendiri,” imbuh pria yang akrab disapa Ujang ini. Itulah sebabnya brokoli hias kerap dipilih sebagai tanaman pagar atau pembatas.

Hobiis biasanya menggunakan brokoli hias sebagai tanaman pagar. Banyak juga hobiis yang menempatkan brokoli hias sebagai tanaman pembatas tanaman utama. Brokoli hias dibuat mengelilingi tanaman hias utama yang berukuran besar, berupa bonsai, kedondong, atau sikas. Agar semakin indah, bisa juga ditambahkan tanaman pelengkap yang berukuran lebih kecil seperti krokot.

Sebagai pagar pembatas, ujar Ujang, brokoli hias sebaiknya ditanam dengan jarak tanam sekitar 10-20 cm. Pasalnya, daun brokoli yang membulat itu akan saling menempel seiring pertumbuhannya. Namun, tanaman berwarna terang ini juga bisa dijadikan tanaman utama seperti bonsai. “Kalau untuk di pot biasanya yang besar-besar. Ditaruh di satu pot jadi kayak bonsai,” tambah pria asal Bandung, Jawa Barat tersebut. Di samping itu, brokoli hias umumnya juga dimanfaatkan menjadi penghias taman minimalis.  

Perawatan

Brokoli hias bisa ditanam di wadah pot ataupun langsung di tanah. Dalam setahun, pertumbuhannya dapat mencapai ketinggian satu meter.

Menurut Ujang, perawatan brokoli hias pun mudah. “Cuma disiram aja. Penyiramannya sehari sekali, pagi, siang, atau sore,” sarannya. Sementara, pemupukan dilakukan dua bulan sekali menggunakan pupuk kandang. “Selama dua bulan itu tanah sudah berkurang, pupuk kandang bisa ditaburkan di atasnya,” terang Ujang.

Tanaman ini pun bisa beradaptasi pada daerah bercurah hujan tinggi dan sedang. Saat curah hujan tinggi, penyiraman dikurangi agar daun tidak membusuk. “Yang penting cukup matahari,” ucap Ujang.

Selain itu, brokoli hias tak disukai hama dan penyakit tanaman. Tak pelak penghias taman ini jarang kena penyakit. Pun hama seperti ulat dan kutu kebul pun enggan mendekatinya.

Bentuk yang unik, perawatannya mudah, dan tidak rewel membuat brokoli hias cukup laku di pasaran. “Peminatnya lumayan banyak juga. Setiap hari ada aja yang beli, minimal satu, lima, atau sepuluh tanaman pasti ada yang keluar,” papar Ujang. Brokoli hias ditawarkan dalam ukuran beragam. Yang berdiameter 20 cm dilabel seharga Rp75 ribu/pot, diameter 30 cm dijual Rp125 ribu/pot, sedangkan diameter 40 cm sekitar Rp200 ribu/pot. Anda berminat?

Windi Listianingsih

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE