03 November 2013
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan

Siapa tidak mengenal anggrek? Ragam, corak warna, dan bentuk bunganya yang indah membuat anggrek tidak pernah kehilangan pesonanya. “Ketika tren tanaman hias bunga dan daun beberapa tahun lalu ngetren, anggrek tetap masuk dalam jenis tanaman hias yang paling populer sampai sekarang,” ujar Amay dari Centra Orchids di Jakarta.

Pemulia tanaman pun berlomba menyilangkan untuk menghasilkan bunga yang lebih indah dengan berbagai kombinasi. Terciptalah anggrek bulan dengan sejumlah kombinasi warna. “Pembeli awam tahunya anggrek itu, yah anggrek bulan, dan ini peminatnya banyak, terutama pemula. Sebab warna bunganya beragam, bunganya banyak dan besar,” tambah Amay.

Perlu Perhatian

Menurut Amay, peminat biasanya membeli anggrek bulan untuk dirawat sendiri, dijadikan cendera mata, atau hadiah dalam bentuk pot plant. Sayang, tidak semua penerimanya tahu cara merawat dan memelihara anggrek bernama ilmiah Phalaenopsis ini. “Kita sering ditanya-tanya pembeli kenapa anggrek dia tidak bisa berbunga setelah dari sini,” jelas ibu yang sudah berbisnis anggrek sejak 15 tahun lalu ini.

Dalam kondisi ideal, anggrek bisa berbunga penuh dalam tangkai yang cukup panjang. Bahkan di halaman rumah pun ia bisa memamerkan kecantikan bunganya sepanjang musim.  

Anggrek menyukai udara semilir untuk tumbuh dan berbunga. Karena itu, pastikan penempatannya memungkinkan sirkulasi udara yang lancar. Pada umumnya arah tumbuh bunga akan mengikuti dari mana arah sinar matahari datang. 

Amay menyarankan, meski mudah hidup di mana saja, anggrek bulan perlu penyiraman optimal, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Lakukan pengontrolan pada bekas siraman pada tanaman karena butiran air yang menempel kerap menjadi biang tumbuhnya cendawan. Sesekali, lakukan penyiraman secara total dengan membasahi semua bagian tanaman hingga basah. Penyiraman yang baik dilakukan pagi hari pukul tujuh hingga delapan  dan sore pukul empat sampai lima. Bila hujan, cukup sekali pada pagi hari.

 

Pacu dengan P Tinggi

Wagiman, pemilik Esties Orchid di Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat, mengatakan, untuk pemupukannya lakukan secara tepat sesuai umur dan masa tanaman berkembang dengan pupuk yang tepat. “Anggrek yang biasa dibeli di bursa tanaman hias tentu tanaman dewasa. Tinggal perawatan dan perhatikan pemupukannya untuk memacu bunganya,” urai Wagiman.

Untuk tanaman dewasa tersebut, sebaiknya dipupuk NPK yang kandungan fosfornya tinggi, rasionya 10 : 60 : 10.  Sesekali kombinasikan dengan NPK seimbang. “Unsur P, selain untuk pertumbuhan, sangat penting buat merangsang pembungaan,” jelasnya. Pemupukan NPK cukup sekali seminggu dengan ratio disesuaikan kebutuhan dan pertumbuhan tanamannya.  Bisa juga diselingi pupuk perangsang bunga yang banyak dijual gerai sarana pertanian.

Wagiman menjelaskan, pemupukan yang baik dengan cara melarutkan pupuk satu sendok teh ke dalam 4 liter air, lalu semprotkan ke daun. Keistimewaan anggrek ini daunnya bisa menyerap air dan garam yang terlarut di dalamnya. “Karena itu, sebaiknya pemupukan dilakukan pada saat stomata daun membuka lebar. Pagi jam tujuh sampai sembilan dan sore hari jam empat sampai setengah lima,” paparnya.

Dalam memacu pertumbuhan bunga dan pembesaran tanaman bisa juga menggunakan fitohormon seperti auksin atau sitokinin. Namun tidak boleh berlebihan karena malah bisa menghambat atau merusak pertumbuhannya. Takarannya sangat sedikit, 0,25 mg per liter air

Nah, ketika anggrek siap berbunga, gunakan hormon giberelin. Apabila sulit memperoleh hormon ini, bisa menggunakan vetsin atau mono sodium glutamate (MSG) yang dilarutkan dalam air.  Memang, banyak cara pembungaan, “Tapi beberapa hal perlu diperhatikan agar anggrek rajin berbunga adalah menggabungkan bibit unggul, ketekunan, lingkungan yang tepat  dan cara merawatnya,”pungkas Wagiman.

Tri Mardi Rasa

 

Kiat Membeli Anggrek

1. Perhatikan tanaman dipilih, sudah sesuai keinginan

2. Pastikan jenis anggreknya agar bisa diketahui kondisi lingkungan yang tepat

3. Pastikan tanaman memiliki perakaran yang sehat

4. Cermati postur tanaman, seperti daun sehat, segar, mengkilap dan ada bakal bunganya

5. Pilihlah tanaman dengan bakal tunas banyak dan proporsional

6. Jangan segan menanyakan apakah ada perlakukan khusus untuk berbunga atau tidak.


© 2008 Agrina. Powered by iFORTE