Dari sekadar temu pelanggan hingga pamer produk paling gres terjadi di pameran akbar dua tahunan industri peternakan yang digelar 8—10 Juli 2010.
Pameran yang diadakan PT Napindo Media Ashatama untuk kelima kali ini terbilang cukup sukses. Mengusung tema “Gerakan Nasional Peningkatan Gizi Rakyat Indonesia”, event ini dibuka secara resmi oleh Mentan Suswono. Tema ini sendiri dicerminkan dengan makan telur rebus dan minum susu bersama saat acara pembukaan.
Dalam rangkaian acara pembukaan, Mentan juga menyerahkan Indonesian Livestock Industry Award 2010 kepada perusahaan, koperasi, dan individu yang dianggap berperan penting dalam industri peternakan nasional. Kecuali pameran, ajang ini juga diramaikan oleh seminar dan presentasi poduk dari pesert apameran. Sebanyak 350 perusahaan peternakan dari 35 negara ambil bagian. Berikut beberapa di antara para peserta pameran.
Grup JAPFA
Menampilkan bentuk silo di pabrik pakan, keikutsertaan perusahaan agribisnis terintegrasi ini, menurut Artsanti Alif, suatu hal yang normal saja. Menyinggung tema pameran, ia mengatakan, sebetulnya JAPFA sendiri sudah melaksanakan hal itu secara berkesinambungan sejak tiga tahun lalu menjangkau 21.000 murid SD.
Vice President, Head of Public Relation JAPFA, itu berkomentar, dilihat dari respons pengunjung cukup bagus. “Untuk ajang pameran di sini memang ada sejumlah produk baru yang kami tampilkan, terutama produk consumer good. Bagi kami, ini juga menjadi ajang resmi pertemuan dengan para peternak. Ada ratusan peternak yang telah hadir ke sini, misalnya dari Jawa Barat dan dari Jawa Timur,” urai Artsanti.
Ke depan ia berharap, pameran ini dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak sekolah, kaum muda, dan bahkan anak-anak. Jadi, bukan hanya dihadiri kalangan khusus, seperti praktisi atau profesional belaka. Dengan kehadiran kaum muda tersebut, tujuan pameran bisa dihayati dan diwujudkan di masa depan.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPI)
Partisipasi perusahaan agribisnis terintegrasi ini, diungkapkan Suparman, Government Relation CPI, yang pertama sebagai pertanggungjawaban kepada publik bahwa kami masih eksis dan terus berkembang. Kedua, kami memiliki misi memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang perkembangan teknologi peternakan yang diterapkan di perusahaan kami, baik di bidang pakan, DOC, poultry equipment, obat-obatan, dan pangan. Ketiga, ini juga ajang promosi.
“Dalam pameran ini, kami punya konsep bahwa tampilan stan merupakan suatu rangkaian terintegrasi dari produk atau usaha kami yang saling mendukung. Mulai dari bahan baku jagung, masuk ke pabrik diolah jadi pakan ayam, DOC yang dipelihara di kandang dan kami beri pakan produksi kami, didukung poultry equipment dan obat-obatan. Terakhir kami menghasilkan pangan,” paparnya.
Gemilang Group
Luas stan perusaahaan yang mengageni 14 produk milik principal global ini memang lebih kecil, tapi desainnya tampak lebih megah dengan konsep saving energy. Bergelut cukup lama di dunia peternakan, perusahaan ini tak lagi bicara produksi melainkan memberikan upaya untuk menurunkan biaya. “Kalau sudah berproduksi lalu jual, kita nggak bisa mempengaruhi tergantung pasar. Yang bisa kita pengaruhi adalah cost-nya. Kita coba bagaimana caranya saving energy, saving cost, dan efisiensi. Itu konsep sekarang,” beber Deddy Kurnia, GM Gemilang Group.
Deddy mengatakan, dalam pameran kali ini pihaknya tidak mengusung produk baru, tapi menawarkan inovasi, “Seperti Chick Master (mesin tetas) ini. Secara produk tidak baru, tapi ini upgrade untuk mesin lama. Dibandingkan sebelumnya jauh lebih efisien listriknya.” Di samping itu, pihaknya juga menawarkan controller untuk di kandang yang fungsinya mengefisienkan pemakaian elektrik. “Kita bisa saving 20%—30% cost elektrik,” imbuhnya. Dan hitung-hitung investasinya, setahun sudah terbayar oleh efisiensi yang dihasilkannya.
Sierad Produce
Dalam ajang ini, menurut Rika Lestari, Marketing Corporate Sierad Produce, pihaknya menampilkan konsep perusahaan yang terintegritas, ada poultry dan food. Stannya cukup unik, berbentuk telur pecah dan di belakangnya terdapat semacam gerai bernama Bel Mart. “Kami coba menggambarkan dari proses awal seekor ayam sampai nanti hasil akhirnya. Jadi, mulai dari feedmill, pakan ternak, breeding, dan DOC. Kami punya DOC ini untuk broiler dan layer,” kata Rika.
Sierad menjalin kemitraan dengan peternak kecil. Perusahaan lalu membeli hasil panen mereka yang memenuhi syarat untuk selanjutnya diproses di rumah potong di Parung Panjang, Bogor. “Ayam yang kami potong tadi bisa kami proses lagi ke Belfood. Kami ‘kan punya chicken nugget, sosis, dan lain sebagainya. Kami pun ada store baru namanya Bel Mart yang merupakan toko untuk retail produk ayam segar, yang tak hanya menjual broiler tapi juga ayam kampung dan ayam organik,” papar Rika.
PT Caprifarmindo Laboratories
Perusahaan vaksin dan farmasetik ini, menurut Sugeng Pujiono, mengikuti pameran untuk menjaga eksistensi saja. General Manager Caprifarmindo ini mengatakan, “Tujuan kita ingin memperkenalkan diri lebih jauh. Kita mengedepankan R & D (litbang). Jadi, produk yang kita buat bukan bersifat me to tapi ber-basic pengetahuan.”
Lebih jauh tentang produknya, Sugeng menguraikan beberapa gabungan vaksin dari dua sampai tiga jenis, seperti ND-IB, ND-IB-IBD, ND-IBD-AI, dan ND-IB-AI. Yang menarik, ia juga membeberkan, pihaknya tengah berupaya memproduksi vaksin ikan yang nantinya akan mengatasi penyakit vibrio dan koiherpes virus (KHV). Untuk itu, perusahaan yang menyabet award karena kelembagaannya sangat solid ini bekerjasama dengan Jurusan Perikanan, Fakultas Pertanian UGM dan BPPT. “Targetnya Februari atau Maret, vaksin bisa di-launching,” harap Sugeng.
PT Medion
Perusahaan obat-obatan, vaksin hewan, dan peralatan yang berkantor di Bandung ini, menurut Henry Jahja, menjadikan pameran sebagai ajang reuni. IT/Promotion Senior Manager Medion ini mengatakan, ”Dari tahun 2002 sampai 2010 itu selalu untuk reunian karena pelanggan Medion itu sudah cukup banyak.” Sekitar 500 poultry shop di seluruh Indonesia menjadi pelanggannya.
Peraih salah satu award ini tidak memasang target khusus. Keikutsertaannya dalam pameran lebih ke arah memperkuat eksistensi perusahaan. ”Untuk menunjukkan bahwa Medion tetap eksis dan berkembang,” tambah Henry. Dengan membuka diri, pihaknya memberikan kesempatan para pelanggan menyampaikan komplain langsung ke pemilik (Jonas Jahja).
Rutan Group
Perusahaan alat dan mesin pertanian ini baru pertama kali mengikuti pameran. Rangkaian produknya mulai dari prapanen, seperti traktor, pompa air hingga pascapanen perberasan semacam mesin penggilingan. Jumlahnya sekitar 100 jenis produk. Pendatang baru ini menetapkan promosi sebagai tujuan utama hadir di pameran. Berikutnya tentu saja menambah penjualan.
Perusahaan berbasis di Surabaya memiliki produk kebanggaan berupa pompa air, traktor tangan tipe singkal, dan penggilingan beras. Khusus untuk sektor peternakan, perusahaan ini baru mengandalkan tiga produk, yaitu chopper pakan sapi dan pencetak pellet.
Peni SP, Renda Diennazola, Liana Gunawati, Syaiful Hakim, Mahmudah