19 July 2010
Kabupaten Expo 2010 Beradu Kreasi demi Investasi

Demi mengundang investor, Kabex 2010 pun promosikan berbagai potensi unggulan daerah.

Kendati era otonomi daerah sudah berlangsung beberapa lama, ternyata iklim investasi di daerah masih juga belum menunjukkan perkembangan menggembirakan. Ini dinyatakan oleh M. Suyono, Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), saat memberikan sambutan dalam pembukaan perhelatan Kabupaten Expo (Kabex) 2010 di Jakarta Convention Center (JCC) yang berlangsung pada 8-11 Juli 2010.

“Kondisi riil di lapangan masih jauh dari harapan, terbukti dari indikator ekonomi yang belum baik,” ungkap Bupati Pacitan itu. Penyebab kondisi investasi yang masih rendah ini adalah kurangnya informasi mengenai potensi daerah dan belum baiknya regulasi yang dibuat pemerintah.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang membuka secara resmi acara yang mengusung tema “Membangun Indonesia Kreatif”  itu memuji semakin baiknya mutu sejumlah produk unggulan daerah. Ia juga berharap agar ada keragaman dan pemanfaatan teknologi baru dari produk yang ditampilkan. “Saat ini ada kemajuan dalam mutu produk, misalnya sejumlah produk batik kini sudah lebih halus,” ujar Mendagri.

Selain agar bersikap arif dan menerapkan teknologi baru dalam mengelola produk unggulan daerahnya, Mendagri pun berharap pemerintah daerah meningkatkan kerja sama dengan pelaku usaha serta masyarakat. Tujuannya pastilah agar mampu memajukan perekonomian daerah masing-masing. 

Di samping itu, Mendagri meminta semua daerah meningkatkan pelayanan dalam proses perizinan investasi, yaitu harus cepat, ramah, dan murah. Sampai saat ini, baru 340 dari 524 kabupaten/kota di Indonesia yang mendirikan kantor pelayanan terpadu (KPT). “Harapan saya, di semua kabupaten/kota sudah berdiri Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) KPT dan dioperasikan dalam waktu secepatnya," katanya.

Bagi Kementerian Perindustrian, seperti disampaikan Wakil Menteri Perindustrian Alex S.W. Retraubun,  ajang pameran produk unggulan daerah ini turut mendukung kebijakan pembangunan perindustrian nasional yang tidak hanya berdasarkan arahan dari pusat tapi juga berdasarkan keunggulan unik dari daerah masing-masing. Apalagi, industri kreatif yang telah berkembang selama ini di berbagai daerah mampu menyerap 7,7 juta pekerja.

Kepiting Kenari

Kabex 2010 diikuti 96 kabupaten dan menghadirkan 105 stan. Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur, misalnya, selain menampilkan berbagai jenis batik dengan motif yang berbeda dari motif batik asal Pulau Jawa, juga memamerkan berbagai atribut Suku Dayak seperti ikat kepala, rompi, dan bermacam pernak-pernik hiasan dengan motif khas Suku Dayak.  

Sedangkan Stan Kabupaten Tangerang, Banten, menghadirkan berbagai barang kerajinan rumah tangga terbuat dari kayu. Peralatan rumah tangga itu, misalnya alat menanak nasi, terlihat amat khas karena seolah datang dari masa lalu sementara kebanyakan warga kini memakai produk yang serba elektronik. Ada pula yang unik, umpamanya mainan anak yang mungkin sekarang mulai ditinggalkan seperti yo-yo, kitiran, dan alat bunyi-bunyian dari kayu.

Di Stan Kabupaten Halmahera, pengunjung pameran bisa menyaksikan kepiting kenari atau ketam kelapa yang bentuk tubuhnya besar-besar, bisa dua-tiga  kali ukuran kepiting bakau. Spesies bertubuh bongsor ini punya nama ilmiah Birgus latro. Meski disebut kepiting, ia sebetulnya jenis umang-umang yang evolusinya sangat maju.  Selain itu, di stan ini juga dihadirkan burung junai mas (Caloenas nicobarica), keluarga merpati yang termasuk burung endemik di wilayah Kepulauan Halmahera.

Syaiful Hakim, Yuwono Ibnu Nugroho

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE