02 March 2010
Gelar Perdana Japfa4Kids 2010

Bentuk kepedulian terhadap perkembangan anak-anak dan tatakelola sekolah dasar bagi para guru di Indonesia.

Terpenuhinya asupan gizi dalam masa pertumbuhan bagi anak–anak menjadi suatu keharusan. Sejatinya pertumbuhan anak di seluruh dunia berawal sama. Namun awal yang sama bisa berakhir berbeda karena adanya gangguan pertumbuhan. Inilah yang kerap menghinggapi pertumbuhan anak Indonesia. Mereka tak mampu mengimbangi pertumbuhan anak dari negara lain.

Ditengarai, penyebab banyaknya kasus kurang gizi dan gizi buruk yang terjadi di Indonesia lantaran mereka kekurangan asupan protein hewani. Susu, daging, ayam dan ikan adalah di antaranya. Untuk konsumsi susu, berdasar data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), masyarakat Indonesia baru minum 9 liter per kapita per tahun. Angka tersebut masih jauh dibandingkan Malaysia yang sudah 25,4 liter; Singapura 32 liter; Filipina 11,3 liter; dan bahkan Vietnam yang mengonsumsi 10,7 liter.

Kampanye Gizi

Menyikapi hal tersebut, Grup Japfa melalui anak perusahaannya PT Vaksindo Satwa Nusantara (VSN) menggelar Japfa4Kids. Ini merupakan rangkaian program kampanye gizi bagi murid dan tatakelola sekolah dasar yang dilaksanakan sejak Februari 2008. Japfa4Kids, menurut lanjut R. Artsanti Alif, Head of Public Relation Japfa, merupakan kegitan rutin dan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Japfa. Japfa4Kids telah diadakan di 10 provinsi dan 21 kabupaten di Seluruh Indonesia. Kehiatan ini telah menjangkau 84 Sekolah Dasar dan melibatkan 16.592 murid dan 858 guru.

Tahun ini program bertema Anak Indonesia Peduli Gizi itu dimulai di SDN 03 dan 05 Cicadas, Gunung Putri, Bogor (17-18/2). Setiap murid dari kedua SD tersebut diperiksa kesehatannya secara  gratis dan mendapat paket tambahan gizi. Paket yang berisi susu dan sosis tersebut diharapkan dapat menggugah kecintaan anak untuk mengonsumsi protein hewani. “Anak–anak SD adalah tanggung jawab kita semua. Mereka adalah investasi masa depan bangsa ini. Apa yang kita lakukan adalah bentuk kepedulian dan perhatian kita,” kata Freddy Lalamentik, Vice Persident VSN saat memberi sambutan.

Dipilihnya SDN 03 dan 05 Cicadas, menurut Freddy, lantaran lokasinya berdekatan dengan pabrik dan kandang VSN. Beberapa murid kedua SD tersebut, lanjutnya, juga merupakan putra-putri para karyawan perusahaan vaksin hewan ini. “Ya kita bantu yang terdekat dulu. Meski bagi Japfa, beberapa anak perusahaanya juga melakukan hal sama dan lokasi mereka ‘kan tersebar di seluruh Indonesia,” bebernya. 

Dalam cara tersebut, selain murid, para guru, kepala sekolah sampai penjaga sekolah juga diberikan pelatihan mengenai tatakelola sekolah. Pelatihan yang diberikan mencakup 5S yaitu seiri/pilah, Seiton/tata, Seiso/bersihkan, Seiketsu/mantapkan, dan Shitsuke/biasakan. “Diharapkan dengan peningkatan pemahaman tatakelola sekolah yang baik, kegiatan pendidikan dapat berlangsung lebih menyenangkan, bersih, dan sehat,” ungkap R. Artsanti Alif.

Selamet Riyanto

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE