19 November 2012
Olahan Lezat, Kantong Sehat

Menciptakan pangan bergizi dan menguntungkan bagi semua pihak, itulah misi Ruth Roslim.

Dengan tangan dinginnya, susu diolah dengan sepenuh hati. Hasilnya, selain susu pasteurisasi, dia pun menghasilkan puding susu bertaburkan buah yang sangat lembut di mulut.

Kedekatan Ruth Roslim, pemilik Lacto Arrum, di Jatinegara Indah, Jakarta Timur, dengan dunia peternakan bukan hanya karena dia dulu adalah pegawai Dinas Perikanan dan Peternakan DKI Jakarta. Sejak kecil wanita yang pensiun sejak 1 Mei 2012 ini gemar minum susu segar. Dia menyayangkan, banyak peredaran produk susu olahan di kalangan masyarakat yang ditambahi bahan kimia dan pengolahannya tidak baik. Karena itulah dia mengisi hari-harinya dengan meracik penganan sehat yang berbahan baku susu.

Bahan Baku

Susu pasteurisasi dan puding buatannya bisa dibilang istimewa. Pasalnya, Ruth hanya menggunakan susu murni tanpa penambahan air dan bahan pengawet. “Kalau saya ingin merah, saya tambahkan stroberi. Kalau ingin kuning, saya ambil dari mangga atau jeruk. Benar-benar alami. Sampai garnisnya pun saya juga gunakan buah-buahan,” terangnya dengan penuh rasa bangga.

Pemilihan bahan baku susunya tidak main-main. Dia hanya memilih satu orang peternak di antara 25 peternak yang ada di Pondok Ranggon, Jakarta. Harga yang dia tawarkan sangat menggiurkan, Rp5.000/liter. Padahal para peternak menjual susu segar ke koperasi hanya mendapat harga Rp3.000/liter. “Saya tidak mau mematikan peternak, tetapi peternak harus tanggung jawab terhadap kualitas produknya,” beber wanita yang pernah jadi pembina peternakan itu.

Dalam dua minggu, wanita asli Malang, Jawa Timur, ini mampu menampung 150 – 200 liter susu. “Karena ini untuk puding, jadi saya bisa bekukan. Sewaktu-waktu saya perlu, bahan bakunya sudah tersedia,” ucapnya.

Pemasaran

Ruth membidik anak sekolah sebagai konsumen untuk penjualan puding dan susu pasteurisasinya. Daripada anak sekolah jajan yang aneh-aneh, lebih baik mengonsumsi produknya. Begitu pikir Ruth. “Akhirnya saya beli cooler, saya taruh di sekolah. Saya stok seminggu sekali, kadang pertengahan minggu sudah habis, saya kirim kembali,” bebernya.

Sayang sampai saat ini baru satu sekolah swasta di kawasan Kelapa Gading, Jakarta, yang menerima produk kreasinya. Dia sudah mencoba mengakses beberapa sekolah tapi prosedurnya terlalu birokratif.  “Itu yang saya kesal. Mereka tidak punya sense bahwa ini untuk peningkatan gizi anak,” kata Ruth dengan nada meninggi.

Satu liter susu murni bisa menjadi 6 cup susu pasteurisasi yang berisi 150 cc dan puding dengan jumlah yang sama. Produk susu dan puding itu dibanderol seharga Rp2.500/cup. Ruth hanya menyediakan rasa yang banyak diminati, seperti stroberi, cokelat, dan vanilla. “Kalau di sekolah target pertamanya minum susu, jadi tidak banyak macam variasi,” imbuhnya.

Selain di sekolah, wanita kelahiran 18 April 1956 ini juga kerap hadir dalam berbagai pameran. “Kalau harga untuk pameran beda. Karena saya tahu mereka perlu kenyang, dan saya bawa macam-macam rasa  dengan berbagai macam resep,” bebernya.

Keuntungan

Bila dihitung-hitung, sebenarnya usaha Ruth ini tidak terlalu menguntungkan. Pasalnya, untuk pembelian susu segar saja dia menghabiskan Rp2 juta/bulan. Sedangkan penghasilan kotornya hanya Rp6 juta/bulan, belum dikurangi tenaga kerja, fee  untuk koperasi sekolah, pembelian kemasan dan lain sebagainya. Tidak besar bukan?  “Karena market saya anak-anak, yang penting modal kembali. Ada keuntungan sedikit untuk koperasi sekolah, kalau saya sendiri sekadar transportasinya tertutup dan sedikit uang lelah,” kilahnya.

Tapi jangan salah, bila ditinjau keuntungan dari sisi konsumennya, produk buatan Ruth perlu kita perhitungkan. Belum lagi nilai plus yang didapat peternak pemasok bahan baku susu segar. Dengan menjual susu Rp5.000/liter sebanyak 400 liter/bulan, maka dia mampu mengantongi omzet Rp2 juta/bulan. Bandingkan bila dia menjual ke koperasi, omzetnya hanya Rp1,2 juta/bulan. Sayangnya, belum banyak orang yang bervisi seperti Ruth. Tertarik menangguk “lezatnya” laba produk susu sembari memasok pangan bermutu untuk anak-anak?

Ratna Budi Wulandari

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE