31 August 2015
Lele DHA Tinggi Siap Produksi

Kandungan omega 3 lele kalah dari salmon? Tidak lagi dengan cara ini.

 

Kerap kita temui pembudidaya lele bermuram durja lantaran harga jual lele turun berkepanjangan. Atau, pembudidaya terpaksa menunda panen si kumis lantaran pasarnya sedang lesu. Disadari atau tidak, kondisi ini terjadi lantaran lele sekadar menjadi komoditas umum tanpa nilai jual yang unik.

Beda dengan salmon yang terkenal akan kandungan DHA-nya, salah satu asam lemak omega 3, sangat tinggi, yaitu 1.564 mg/3 ons untuk salmon tangkapan dan 1.825 mg/3 ons yang budidaya. Meski harganya relatif tinggi, konsumen tetap memburu salmon lantaran manfaat omega 3-nya yang terdiri dari asam lemak alpha-linolenic acid (ALA), eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). Apakah lele bisa bernilai jual unik (unic selling value) seperti salmon?

 

Lele Harga Premium

Menurut data Colorado State University Extension Fact Sheet No. 9.382, kandungan DHA pada lele tangkapan (liar) 201 mg/3 ons, sedangkan lele budidaya 151 mg/3 ons. Tapi tampilan lele yang terkesan biasa-biasa saja membuatnya belum bisa diterima semua kalangan. Saat ini lele lebih banyak dikonsumsi kalangan menengah ke bawah sebagai alternatif sumber protein murah meriah.

Jika kandungan DHA lele bisa setara salmon tentu prestisenya meningkat dengan harga premium. Dengan demikian, ujar Suaedi Sunanto, pembudidaya tidak perlu menunda masa panen saat harga pasaran lele jatuh karena lele tinggi DHA ini tidak lagi sensitif  harga seperti komoditas umumnya.

Menurut ANH Manager PT DSM Nutritional Products Indonesia ini, lele bisa didongkrak kandungan DHA-nya dengan memberikan premiks DHAgold yang sarat DHA alami. Selain bisa menghasilkan lele premium, juga, “Agar produk lele bisa menjangkau masyarakat menengah atas,” terangnya.

 

H-15

Pria yang akrab disapa Eddy tersebut menjelaskan, DHAgold mengandung DHA dari mikroalga jenis Schizochytrium sp. Mikroalga ini sumber utama omega 3 yang diperoleh ikan laut. Pada dasarnya, ulas Eddy, ikan laut besar (karnivora) memperoleh DHA dari memangsa ikan laut kecil pemakan plankton. Sedangkan plankton memperoleh DHA dengan makan mikroalga. Jadi, kadar DHA ikan air tawar atau lele yang lebih kecil dapat ditingkatkan supaya setara dengan salmon atau tuna.

Menggunakan DHAgold, kita bisa memastikan berapa DHA yang ingin kita hasilkan dalam tubuh lele.

Produk yang berbentuk tepung ini diberikan selama 15 hari sebelum lele dipanen (H-15) dengan cara dicampur pakan. “Suplementasi itu bisa dilakukan 15 hari sebelum panen karena tujuannya untuk mendeposisi DHA,” jelas Eddy. Setelah itu, lele dipanen dan dijual dengan harga premium.

Dosis DHAgold yang diperlukan sebanyak lima kali target DHA yang diinginkan pada lele. Misalnya jika ingin tambahan kandungan DHA lele 150 mg/ekor, maka diperlukan DHAgold 750 mg/ekor/hari. Atau, dosisnya perlahan ditingkatkan menjelang panen. “Satu minggu pertama 200 mg/ekor/hari, baru meningkat pada minggu terakhir,” terang dia. Biayanya sekitar Rp500/ekor lele konsumsi.

 

Merakit Lele Setara Salmon

Menurut Eddy, ada beberapa hal yang harus diperhatikan guna merakit lele ber-DHA tinggi. Pertama, lele harus sehat dan bergenetik bagus. Kedua, lele harus seragam dalam ukuran panjang dan bobot badan serta kecepatan tumbuhnya 5%-10%. Untuk itu, seleksi lele sebelum menggunakan DHA gold.

Ketiga, menjaga lingkungan budidaya agar lele tidak stres yang akan menurunkan kadar omega 3 yang disasar. Untuk itu, lele perlu diberi asupan nutrisi yang mengandung antioksidan. Sebaliknya, hindari pakan yang mengandung minyak berlebih agar tidak menjadi saingan penyusun omega 3.

Keempat, pakan tersuplementasi DHAgold harus cepat habis dimakan lele. Pria asli Pekalongan, Jateng, ini menganjurkan pakan tersuplementasi DHAgold hanya diberikan pada saat antusiasme lele untuk makan tinggi, misalnya pagi hari. ”Siangnya beri pakan tanpa DHAgold karena mungkin variasi pakan sudah muncul. Lele yang agresif akan konsumsi pakan lebih tinggi dibanding yang tidak agresif,” papar dia.

Tidak sulit bukan menghasilkan lele pesaing salmon?***

 

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE