15 November 2016
Selamat Tinggal Sistem Manual

Mekanisasi menjadi hal yang wajib dipenuhi untuk meningkatkan efisiensi produksi jagung nasional.

 

Alat dan mesin pertanian (alsintan) jagung terdiri dari alat pratanam, tanam, panen, hingga pascapanen. Alat pratanam terdiri dari traktor tangan roda dua dan traktor roda empat untuk mengolah lahan. Memasuki fase tanam, tersedia berbagai jenis alsintan untuk menanam jagung.

Herjanto, Marketing PT Galaxy Partani Mas, distributor alsintan dan suku cadang di Jakarta menjelaskan, alsintan fase tanam di antaranya alat tanam benih model tekan (tugal), alat tanam dorong, dan alat tanam menggunakan traktor. “Tugal untuk menanam jagung sekaligus memupuk. Alat ini cocok untuk lahan yang sudah dibajak dan tanah berpasir. Kapasitas kerjanya 4.000-6.000 m2/hari tergantung kecepatan pekerja,” papar Heri, sapaannya.

Alat tanam dorong cocok digunakan di lahan datar dan perbukitan. Kapasitas kerjanya 0,5-1 ha/hari. Fungsinya untuk menanam benih jagung dan kacang-kacangan. Dan traktor yang dilengkapi alat tanam jagung bisa sekaligus menanam dan memupuk. Kapasitas kerjanya di atas 1 ha/hari.

 

Panen dan Pascapanen

Untuk memanen jagung, tersedia combine harvester yang sekaligus berfungsi sebagai alat panen padi. Hasil panennya berupa pipilan. Klobot dan bonggolnya sudah tercacah halus dan bisa digunakan sebagai bahan baku pupuk atau bahan bakar. Kapasitas kerjanya sekitar 5 ha/hari.

Nurfin Trisno, Head of Sales PT Buhler Indonesia menambahkan, alat pascapanen jagung meliputi sistem pengeringan dan penyimpanan. Sistem ini terdiri dari precleaning, cleaning, magnetic, silo kecil, dryer (pengering), dan silo besar. Precleaning untuk membersihkan jagung dari kotoran berukuran besar, sedangkan cleaning membersihkan kotoran berukuran kecil seperti debu dan serasah. Dan magnetic untuk membersihkan jagung dari unsur logam. “Pembersihan itu penting sekali karena mempengaruhi kualitas jagung dan nantinya mempengaruhi kualitas ayam yang diberi pakan jagung,” katanya.  

Lalu jagung masuk ke silo kapasitas 200 ton/unit untuk memilah jagung berdasarkan kadar airnya saat dibawa dari petani. “Agar saat masuk ke dryer bisa setara kadar airnya menjadi 14%-15%,” ucap Nurfin. Kemudian jagung dikeringkan di dryer dan disimpan dalam silo kapasitas 2.000-3.000 ton/unit. Sebelum masuk dan keluar dryer, jagung ditimbang dulu untuk mengetahui input dan outputnya.

 

Edukasi dan Sosialiasi

Selain perluasan areal tanam dan peningkatan indeks pertanaman, Kementan memberikan banyak bantuan alsintan. Terkait hal ini, Clifford Budiman, Business and System Development Director PT Rutan, menyoroti, pemerintah seharusnya mengimbangi kebijakan pemberian bantuan alsintan dengan melakukan edukasi dan sosialisasi.

“Mekanisasi saja nggak cukup. Jika pemerintah tidak ikut campur tangan dalam edukasi dan sosialisasi, semua bantuan yang diberikan dan edukasinya hanya pihak swasta, hasilnya tidak akan optimal. Sebab, tidak semua swasta memiliki kemampuan dan mentalitas yang sama untuk melakukan hal itu. Kalau mau aman, ayo kerja sama dengan swasta untuk sosialisasi,” tuturnya.

Windi Listianingsih / 268

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE