26 October 2015
Butuh Lembaga Khusus Tangani Kebakaran Hutan

“Setiap tahun kita dilanda kebakaran hutan dan lahan terutama pada musim kemarau. Dampak asapnya tidak hanya merugikan negara kita tetapi sudah menyeberang ke negara tetangga. Karena itu, mengatasinya harus secara komprehensif, sistematis, dan jangka panjang dengan lembaga khusus yang kuat,” ungkap Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec., Menteri Pertanian periode 2000 – 2004, saat diwawancara AGRINA.

Apa dampak kebakaran hutan dan lahan?

Kebakaran hutan dan lahan berdampak besar bagi kehidupan manusia, baik langsung maupun tidak langsung. Kebakaran hutan merupakan bencana bagi keanekaragaman hayati. Tak terhitung jumlah plasma nutfah yang hilang, vegetasi hutan rusak, dan habitat bagi satwa liar pun hilang. Selain itu, dampaknya dapat menyebabkan banjir pada musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau. Dan kekeringan yang berkepanjangan bisa menyebabkan gagal panen dan tidak beroperasinya pembangkit listrik tenaga air.

Secara ekonomi hilangnya hutan menimbulkan kerugian sangat besar. Setidaknya kerugian akibat deforestasi, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pelepasan emisi karbon dioksida penyebab utama global warming. Ditambah lagi kerugian langsung dan tidak langsung bagi masyarakat di sekitar areal hutan yang terbakar, terutama dampak kesehatan. Asap dari kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan gangguan kesehatan, khususnya saluran pernapasan.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 11 Edisi No. 256 yang terbit pada November 2015. Atau klik di www.scanie.com/featured/agrina.html, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina

 

© 2008 Agrina. Powered by iFORTE