17 March 2008
RESTO :Sensasi Kuliner Apung di Rawa Jombor

Menikmati menu ikan bakar di pinggir danau atau sungai mungkin sudah biasa. Tapi menyantap ikan sambil menikmati pemandangan di tengah rawa akan jadi pengalaman unik.

Cobalah datang ke warung apung Rawa Jombor yang ada di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jateng. Di sini Anda bisa mencicipi sensasi kuliner apung di tengah rawa yang luas dan indah. Rawa ini terletak sekitar 8 km dari kota Klaten ke arah selatan atau kurang lebih 40 km dari Yogyakarta.

Uniknya tempat ini adalah model bangunan yang mengapung di atas rawa dengan drum-drum kosong sebagai pondasinya. Warung apung ini mamp menampung sekitar seribu pengunjung. Untuk mencapai warung di tengah rawa, pengunjung harus naik rakit (gethek) yang ditarik dengan tali. Pengunjung tidak dipungut ongkos karena rakit ini merupakan bagian dari layanan para pemilik warung.

Selain menikmati makanan di tengah rawa, ada suguhan lain yang tidak kalah menarik yaitu pemandangan indah di sekeliling Rawa Jombor dengan bukit kapurnya. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat burung-burung rawa yang mampir untuk berburu  ikan di tambak sekitar rawa.

Menikmati Pancingan Sendiri

Salah satu perintis warung apung di Rawa Jombor adalah warung apung Ilham. Warung yang satu ini terkenal dengan sajian khasnya yang mengundang selera. Warung milik Syamsir ini menyuguhkan berbagai hidangan ikan goreng, bakar, asam, manis dan goreng tepung. Jenis ikan yang ditawarkan tidak hanya ikan air tawar, seperti nila merah, gurami, patin, lele dan bawal, tetapi juga ikan laut, misalnya cumi-cumi, udang, dan lobster.

“Tidak hanya ikan dari rawa saja, tapi juga ikan di luar rawa, misalnya dari Cokrotulung, Klaten dan Demangan, Yogya. Ini untuk menjaga kualitas makanan yang kami sajikan,” ungkap Siswanto, pengelola Warung Apung dan pemancingan Ilham 01.

Warung Ilham juga menyediakan sarana mancing bagi pengunjung. Hasil pancingan bisa dibawa pulang atau pun dimasak di tempat. “Ikan yang diperoleh dihitung per kilogram Rp12.000—Rp13.000. Sedangkan untuk gurami, per kilogram Rp24.000,” ujarnya. Pengunjung yang ingin memasak ikan perolehannya dikenai biaya Rp10.000— Rp12.000.

Semua menu yang ditawarkan di Warung Apung Ilham dipatok berkisar Rp27 ribu—Rp42 ribu per kg untuk 4 orang. Jika ditambah dengan nasi sebakul dan lalapan sekitar Rp4.000/4 orang.

Sedangkan pengunjung yang datang sendirian, dapat memilih porsi yang lebih kecil. Dengan merogoh kocek sebanyak Rp11.000—Rp15.000, pengunjung sudah bisa menikmati ikan, nasi, dan lalapan. Jenis ikannya tergantung selera pembeli. Menu favorit pengunjung Warung Ilham adalah gurami, nila asam manis, nila goreng tepung

Selain berkualitas, ikan yang disajikan terus dijaga kesegarannya. “Kita menerapkan sistem, ikan diambil pertama, langsung potong saat itu juga. Jadi ikan yang dimasak masih segar,” terang Siswanto. Tak heran jika pengunjung yang datang tidak hanya dari seputar Klaten tapi juga dari beberapa kota lain, seperti Jakarta, Surabaya, dan banyak kota lainnya.

Setiap dua-tiga bulan, Warung Ilham menyajikan 4—5 jenis masakan baru untuk pengunjung. Hal ini untuk menjaga agar pelanggan tidak bosan datang dan kembali mencicipi masakan barunya.

Biasanya pengunjung yang datang tak sekadar ingin bersantap tetapi sekaligus berekreasi bersama keluarga, relasi, atau pasangan.  “Tempatnya enak, dan sejuk. Rileks aja kalau ke sini, soalnya pemandangannya bagus,” komentar salah seorang pengunjung.

Anda tertarik membuktikannya? Datang saja pada pukul delapan pagi sampai pukul delapan malam. Pada hari libur, warung buka hingga pukul sepuluh malam.

Theresia Dian (Kontributor Solo)





 

Suara Agribisnis
Kebijakan Makro Persawitan Nasional
Membangun Kembali Koperasi Pertanian

Usaha Tani
Selamatkan Buah dari Helopelthis
Kelola DO Agar Tidak KO
Efisiensi Berbalut Teknologi

Wisata
WISATA : Piknik di Pekarangan Belakang Rumah
RESTO : Gurihnya Pindang Ikan Toman Khas Jambi

Khasiat
Berharap Pulih dengan Kombinasi Herbal dan Medis
Waspada Obat Kuat Ilegal

Hobi dan Resto
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan