01 September 2008
Tips Menggemukkan Si Peking

Usaha bebek peking menjanjikan keuntungan yang lebih besar.

Semakin berkembangnya pasar bebek peking tentunya membutuhkan suplai daging peking yang semakin besar. Hal ini menjadi peluang tumbuhnya peternak bebek peking guna memenuhi permintaan pasar. Apalagi, usaha peternakan bebek peking menjanjikan keuntungan. Demikian diungkapkan Didi Sunardi, General Manager PT Charoen Pokphand Jaya Farm, anak perusahaan PT Charoen Pokphan Indonesia Tbk yang memproduksi bibit itik umur sehari (day-old duck-DOD) di Rumpin, Tangerang, Banten.

Menggiurkan

Aziz Sutanto, Manager Farm breeding bebek peking PT Charoen Pokphand Jaya Farm, memaparkan marjin budidya bebek peking. Dengan harga jual bebek peking yang mahal, berkisar Rp.75.000 per ekor ukuran 3 kg, sedangkan ongkos produksi maksimal mencapai Rp45.000—Rp50.000 per ekor, ”Marjinnya sangat menggiurkan bagi peternak,” ucapnya.

Aziz menambahkan, dengan daya tarik keuntungan tersebut, sudah banyak peternak yang ingin beralih menjadi peternak bebek peking. Apalagi, peternak kemitraan ayam pedaging sudah banyak yang mengajukan diri untuk menjalin kemitraan dengan PT Charoen Phokphand Indonesia. “Namun, karena memang belum kita launching DOD ke pasaran, perusahaan belum dapat menjalankan kemitraan,” ucap Didi.

Didi menjelaskan, bebek pedaging yang akan diperkenalkan CPI saat ini adalah bebek peking tipe Grimaud dari Perancis. Bebek peking ini mempunyai daya hidup tinggi untuk kondisi tropis, dan dapat menghasilkan bobot badan 3—4 kg dalam jangka waktu 8 minggu. CPI akan produksi DOD mulai pertengahan Oktober tahun ini dengan total produksi 7.000 ekor per minggu.

Sementara Robin Tungka, peternak bebek peking sejak 1986 yang peternakannya berlokasi di Cipanas, Cianjur, lebih memilih bebek peking jenis Cherry Valley. Dia beralasan, posturnya lebih pendek sehingga kelihatan lebih montok dan perbedaan jantan betinanya tidak begitu nyata, jadi tidak menyulitkan saat grading.

Lebih lanjutnya mengenai liputan ini baca di Tabloid AGRINA versi Cetak volume 4 Edisi No. 86 yang terbit pada Rabu, 3 September 2008.





 

Suara Agribisnis
Kebijakan Makro Persawitan Nasional
Membangun Kembali Koperasi Pertanian

Usaha Tani
Selamatkan Buah dari Helopelthis
Kelola DO Agar Tidak KO
Efisiensi Berbalut Teknologi

Wisata
WISATA : Piknik di Pekarangan Belakang Rumah
RESTO : Gurihnya Pindang Ikan Toman Khas Jambi

Khasiat
Berharap Pulih dengan Kombinasi Herbal dan Medis
Waspada Obat Kuat Ilegal

Hobi dan Resto
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan