12 April 2010
Terapi Herbal Sambil Bergaya

Tak melulu herbal berbentuk jamu atau ramuan yang wajib diminum untuk menyingkirkan keluhan kesehatan. Ini alternatif cara penyajian herbal.

Kaum metropolis selalu dituntut dengan aktivitas super ketat. Kondisi tersebut, mau tak mau mewajibkan adanya pasokan energi dan stamina prima. Jika tak terkendali, keluhan macam nyeri sendi, migrain, sakit kelapa, sakit pinggang, dan stres bisa menjadi teman setia. Jangan sepelekan, bukan hanya hasil kerja yang berantakan, tapi juga memungkinkan timbulnya gangguan kesehatan lebih berat.

Di sisi lain, sebagian masyarakat perkotaan terbilang anti dengan produk herbal. Minum jamu dan membalurkan minyak gosok dicap sebagai metode kuno. Padahal herbal menawarkan penyembuhan alami relatif tanpa efek samping.

Produk herbal tak mesti bernuansa kuno dan ketinggalan zaman. Tak perlu diminum, tinggal lekatkan di kulit, semua keluhan lumrah “orang sibuk” bakal sirna. Ditambah aromaterapi khas herbal, menjadikan penggunanya merasa santai dan terbebas dari stres. Menariknya, herbal ini cocok diduetkan dengan busana modis masyarakat perkotaan. Tidak cuma orang tua, anak muda pun makin gaya dengan herbal ini.

“Ini namanya herbal pillow, saya bikin bentuknya seperti syal. Jadi saya gabungkan herbal dengan aromaterapi dan dibuat jadi produk. Produk ini tidak usah diminum hanya ditempelkan di kulit saja,” ungkap Ning Hermanto menceritakan kelebihan produknya.

Menurut Ning, syal herbal ini sangat cocok digunakan mereka yang menjalani segudang aktivitas. Cukup direkatkan pada leher, punggung, perut atau pinggang. Sesaat setelah ditempelkan, rasa hangat langsung merayapi tubuh. Seolah bekerja sendiri memijit dan melancarkan aliran darah, nyeri sendi, migrain, sakit kepala, sakit pinggang, seketika hilang.

Ditambah dengan aroma khas herbal yang memberi efek relaksasi, menjadikan si pengguna lebih santai. Selain berkhasiat, herbal ini juga bisa digunakan di mana saja. Tanpa harus terlihat aneh, pasalnya herbal pillow didesain mirip kerah baju yang terpisah.

Selain herbal pillow, Ning juga meluncurkan produk herbal sejenis yang diberinya nama car pillow. Khasiatnya sama tapi yang satu ini dikhususkan dibagi pengendara mobil. “Kaitkan saja car pillow di sandaran jok mobil, maka si pengendara akan merasakan kehangatan di leher dan akan merasa fresh,” ucap Presiden Direktur PT Mahkota Dewa ini seraya berpromosi.

Untuk kedua produknya tersebut Ning mematok dengan harga berbeda. Untuk herbal pillow, wanita yang sangat menyukai warna ungu ini memasang harga Rp100 ribu. Sedangkan untuk sepasang car pillow, harganya hanya Rp75.000. Khasiat produk ini dapat bertahan sampai 6 bulan. Setelah itu aroma dan rasa hangatnya sedikit memudar. Tapi tak perlu khawatir, Ning mengaku telah menyiapkan produk isi ulangnya. “Semua produk herbal tersebut bisa didapatkan di semua gerai cabang kami,” imbuh pengusaha yang telah memiliki 13 cabang klinik di seluruh Indonesia ini . 

Kandungan

Saat ditanya mengenai kandungan dari produk herbalnya, Ning menyebut jahe merah, bunga pala, pegagan, Angelica keiskei koidzum, rempah, dan mentol. Sedikit berbeda untuk car pillow, Ning menambahkan kopi dan vanili sebagai bahan pelengkap. Bahan tambhaan tersebut menjadikan aroma car pillow berbeda dengan herbal pillow. “Car pillow aromanya lebih fresh, jadi tidak membuat ngantuk si pengemudi. Kalau herbal pillow lebih ke arah relaksasi,” ujar herbalis yang kerap memakai baret ini.

Lebih jauh Ning menjelaskan, Zingiber officinale alias jahe memang menyimpan khasiat mengobati sakit kepala dan migrain. Pegagan atau Centella asiatica mampu berperan sebagai antiseptik dan menebar bau yang khas. Begitu pula dengan Angelica keiskei koidzum yang masih bersaudara dengan pegagan, sangat ampuh untuk memperlancar aliran darah. Sedangkan mentol, selain memberi rasa hangat juga menghadirkan aroma segar. “Semua bahan yang digunakan alami dan memberi khasiat secara alAmi juga,” pungkas Ning.

Selamet Riyanto

 





 

Suara Agribisnis
Pengembangan Agribisnis Ayam dalam MEA
SDM Kreatif Kunci Daya Saing Agribisnis

Usaha Tani
Aroma Kakao Kembali Gairahkan Petani
Bersiap Tanam dengan Traktor
Budidaya Sayuran Hidroponik, Dua Tahun Kembali Modal

Wisata
WISATA : Piknik di Pekarangan Belakang Rumah
RESTO : Gurihnya Pindang Ikan Toman Khas Jambi

Khasiat
Si Temu Pelawan Kanker
Menaklukkan Gangguan Kolesterol Tinggi

Hobi dan Resto
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan