17 January 2011
Pilihan Solusi Pemupukan bagi Petani

Ragam pilihan sistem pemupukan ditawarkan untuk padi. Kembalikan pada petani untuk memilih.

Pupuk, sebagai salah satu input produksi padi, tentu saja sangat mempengaruhi produksi. Apalagi di tengah terpaan cuaca yang tidak menentu, serangan hama penyakit meningkat, dan produksi padi terus menurun. Salah satu faktor yang sebenarnya juga harus ikut diperhatikan adalah aplikasi pupuk yang tepat, dan disesuaikan dengan kebutuhan tanaman itu sendiri.

Salah satu alternatif pemupukan yang sedang gencar dijalankan adalah pemanfaatan pupuk mengarah ke pupuk organik. Langkah ini banyak diupayakan mengingat kondisi lahan pertanian padi yang sudah minim bahan organik. “Kondisi bahan organik tanah kita memang sudah sangat mengkhawatirkan, hanya kurang dari 0,5%.  Jadi langkahnya, pertama, penambahan bahan organik ke dalam tanah,” saran Dwi Andreas Santosa, Direktur Eksekutif Indonesian Center for Biodiversity and Biotechnology (ICBB), Bogor.

Aplikasi bahan kimia pada pupuk yang mengandung alkohol, amoniak, dan gas lambat laun akan merusak struktur tanah. Hal ini ditegaskan oleh Jimmy Hantu, pengusaha pupuk organik. “Ketiga zat tersebut mampu merusak struktur tanah. Genjotan produksi awalnya memang bagus, tapi pada akhirnya akan merusak tanah, unsur hara tanah akan habis. Tanah akan keras. Ketika tanah keras, bagaimana bisa ditanami dengan baik?” kata Jimmy.

Subsidi atau Mikro?

Subsidi pupuk dari pemerintah kepada petani memang masih berupa pupuk makro. Padahal, kebutuhan tanaman tidak semata hara makro seperti N, P, dan K. Sumardjo Gatot Irianto, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementan mengungkapkan, formula aplikasi NPK disesuaikan dengan spesifik lokasi. “Selain itu perlu ditambahkan unsur hara Silikat (Si),” ujarnya.

Pemerintah sendiri meningkatkan alokasi dana untuk subsidi pupuk pada tahun ini. Untuk memaksimalkan penyaluran pupuk, pemerintah menerapkan sistem subsidi sistem tertutup. “Artinya, pupuk bersubsidi hanya diberikan kepada petani target subsidi melalui keliompok tani berbasis Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK),” kata Gatot.

Penerapan sistem subsidi langsung ini dilandasi sejumlah alasan, seperti meningkatkan manfaat subsidi harga pupuk secara langsung di tingkat petani, menghilangkan disparitas harga antara pupuk bersubsidi dan nonsubsidi, mencegah terjadinya kelangkaan pasokan pupuk, serta meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran pemerintah. Dengan menghilangkan disparitas harga, tidak akan ada lagi aliran pupuk dari sektor yang mendapatkan subsidi, ke sektor yang tidak mendapatkan subsidi.

Sementara pilihan lain datang dari Yoyo Suparyo, petani padi andalan di Pamanukan, Subang, Jabar. “Perlu tambahan pupuk mikro selain NPK,” ujarnya pada seminar swasembada beras, pertengahan Desember lalu. Menurut Yoyo, jika hanya menggunakan pupuk NPK, produksi padi tidak akan lebih dari 5 ton per ha. Hal senada disampaikan Markus Wibowo, pemilik Saprotan Utama, produsen asaran produksi pertanian di Semarang, dalam acara yang sama, “Saat ini kami sudah memproduksi pupuk cair yang mengandung unsur makro dan mikro, yaitu Fertila PADI,” ungkapnya. Fertila PADI mengandung N (Nitrogen), P2O5 (Phosphate), K2O (Kalium), MgO (Magnesium Oksida), S (Sulfur), B (Boron), dan dilengkapi dengan Mikro Nutrient seperti Cu dan Zn.

Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman di antaranya adalah Besi (Fe), Boron (B), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), Seng (Zn), dan Molibdat (Mo). Unsur-unsur ini diperlukan tanaman dalam jumlah kecil tapi memberikan peranan penting bagi keragaan tanaman. Boron misalnya, memberikan manfaat bagi pembentukan dinding sel tanaman sehingga dapat meningkatkan kekuatan tanaman.

Pada akhirnya, pilihan pupuk diserahkan kepada petani. Penggunaan pupuk organik untuk memperbaiki lingkungan tanam, pupuk bersubsidi, atau memilih menggunakan pupuk mikro untuk melengkapi kebutuhan tanaman.

Renda Diennazola, Peni SP, Syaiful Hakim

 





 

Suara Agribisnis
Pembinaan Petani Sawit Mandiri Tanggung Jawab Siapa?
Utamakan Pengembangan SDM Agribisnis

Usaha Tani
Cara Cermat Mengendalikan Ulat
Yakinkan Produk Murni Organik
JAPFA Kuatkan Struktur Usaha

Wisata
WISATA : Piknik di Pekarangan Belakang Rumah
RESTO : Gurihnya Pindang Ikan Toman Khas Jambi

Khasiat
Gondok Pergi Tanpa Operasi
Rumput Kebar Agar Cepat Timang Momongan

Hobi dan Resto
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan