10 October 2011
Diselamatkan Ekspor Umbi Sandersonia

Pemutusan hubungan kerja acapkali membuat orang jadi kehilangan arah. Namun dengan modal kemauan untuk belajar, kondisinya malah berbalik positif.

Luki Budiarti, mantan pekerja di perusahaan kontraktor, tidak pernah menyangka hidupnya akan berbunga-bunga dalam arti sebenarnya. Setelah Indonesia dilanda krisis moneter pada 1998, perusahaan tempatnya bekerja tak mendapat order lagi sehingga sumber penghasilan utamanya pun mandek. “Krisis moneter itu nggak ada kerjaan sama sekali, akhirnya saya pulang,” ungkapnya kepada para wartawan dalam acara Press Tour 2011, Ditjen Hortikultura, Kementan, di Kota Batu, Jatim (21-23/9).

Untunglah sang ayah memberikan motivasi sehingga Luki bangkit kembali. “Setiap minggu saya jualan apel di tempat wisata,” lanjut dia mengilas-balik perjalanan bisnisnya. Wanita yang kini berusia 44 tahun ini juga mengambil kursus bahasa Jepang, bahasa Inggris, dan kursus komputer.

Tempat kursus itu bisa dibilang mengubah nasibnya karena mempertemukan Luki dengan Masakatsu Nozawa dari Sagami Jitsugyo Co Ltd dan Tadashi Matsumoto dari Agri Matsumoto Co Ltd. Keduanya pelaku bisnis yang menanam bunga potong di daerah Bromo, Pasuruan. Lantaran lokasi tanam berabu, dua orang Jepang itu memindahkan budidaya bunga Sandersonia (bunga lonceng) mereka ke lahan milik keluarga Luki di kawasan Batu. Dan ternyata tanaman tersebut dapat tumbuh dengan bagus. Dari situlah tawaran bisnis ekspor-impor bunga berawal.

Walaupun tanpa pengetahuan yang cukup, tetapi tawaran itu cukup menantang bagi Luki. “Saya merasa tertantang untuk bikin perusahaan ekspor-impor. Ekspor-impor nggak ngerti, harus cari data di mana-mana, dari internet. Pokoknya bisa buka google, tanya-tanya ke karantina, tanya-tanya ke pemerintah,” kenangnya. Lalu berdirilah CV Arjuna Flora yang menyiratkan lokasinya di dekat Gunung Arjuna.

Beromzet Rp2 miliar

Berawal dari ekspor umbi Sandersonia, usaha Luki terus berkembang. Umbi kalalili, umbi Zephyrantes, stamp American Blue, bahkan ubi ungu pun dia ekspor ke Jepang, Singapura, dan Taiwan. Mengirim barang-barang ke luar negeri diakuinya tidak mudah. Pengaturan waktu menjadi sangat penting.

“Kalau dari Malaysia bawa bunga krisan cuma dibawa pakai truk ke Singapura. Kalau kita dari Batu ke Surabaya sudah butuh waktu tiga jam sendiri,” ucap Sarjana Teknik Arsitektur ini. Selain itu, ia menambahkan, “Kita terhambat oleh pesawat, juga kargo (tarifnya mahal).”

Untuk menekan ongkos produksi dan mencegah turunnya kualitas, Luki punya siasat khusus dalam perawatan tanaman. Ia menggunakan pupuk fermentasi dari kotoran kambing yang dicampur sisa media budidaya jamur tiram, arang sekam, dan cocopeat (sabut kelapa). Media ini membuat kualitas umbi-umbinya bagus. Di samping pupuk, penerima penghargaan Eksportir Berprestasi 2007 ini mengemas umbi bunga dengan keranjang plastik bekas kemasan lengkeng impor.

Sekali kirim umbi Sandersonia, Luki mampu memasok 40-50 krat dengan menggunakan pesawat. Ketika ditanya harganya, Ketua Gabungan Kelompok Tani Hortikultura “Mitra Arjuna” ini menjawab, “Tergantung grade (kelasnya). Sandersonia bisa laku Rp1,2 jt rata-rata per kotak. Ya satu jutaanlah. Kalau umbi bunga bawangan biasanya berdasarkan order. Januari itu sekitar 100-200 ribu biji. Per biji bisa laku antara 3-4 yen (Rp300).” Dari dua jenis bunga tersebut saja, Luki bisa mengantongi kurang lebih sebesar Rp90 juta. Hitung-hitung omzet, ia menyebut sekitar Rp2 miliar per tahun.

Melihat kegigihan Luki, pemerintah memberi banyak kemudahan kepada Luki dan kelompok taninya berupa pelatihan, rakor pertemuan antara petani dan pengusaha, kursus ke Singapura, Belanda, dan juga studi banding ke Thailand. “Kita yang sudah merasa terfasilitasi harus berbuat lebih baik lagi,” paparnya mengakhiri wawancara.

Ratna Budi Wulandari

 





 

Suara Agribisnis
Struktur Kementerian Pertanian 2014 – 2019
Malnutrisi dan Agribisnis

Usaha Tani
Melongok Peluang Bisnis Durian Beku
Menggantungkan Harapan pada Lahan Kering dan Rawa
CSPO Tembus Rekor Baru

Wisata
WISATA : Piknik di Pekarangan Belakang Rumah
RESTO : Gurihnya Pindang Ikan Toman Khas Jambi

Khasiat
Akhirnya Anes Rajin Konsumsi Bio HSA
Menyeruput Teh, Mengusir Kolesterol Jahat

Hobi dan Resto
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan