14 May 2012
Impor Daging AS Dihentikan Siapa Takut?

Indonesia menghentikan impor daging sapi dari Amerika Serikat (AS) karena terjadinya kasus penyakit sapi gila di California. Seberapa besar pengaruhnya terhadap industri olahan daging?

 Mencuatnya kasus penyakit sapi gila atau Bovine Spongiform Encelophalopathy (BSE) di AS memicu penghentian impor oleh sejumlah negara termasuk Indonesia per 24 April 2012. Kementerian Pertanian (Kementan) tidak mengkhawatirkan dampak penghentian impor itu terhadap penyediaan daging sapi nasional. Pasalnya, porsi impor daging asal AS hanya 7% dari total kuota impor daging sebesar 34 ribu ton tahun ini. 

“Produksi dalam negeri masih mampu menutupi pengurangan importasi. Sampai saat ini tidak perlu khawatir karena daging impor asal AS hanya sekitar 7% dari total kuota impor daging,” kata Suswono, Menteri Pertanian.

Hal senada datang dari kalangan pelaku usaha, Haniwar Syarief, Direktur Eksekutif National Meat Processors (Nampa). Ia mengutarakan, penghentian importasi dari AS itu tidak berpengaruh terhadap kalangan industri daging olahan. Kebanyakan daging yang diekspor ke Indonesia adalah jenis tenderloin dan sirloin serta jeroan seperti jantung dan hati. Produk ini kebanyakan digunakan kalangan produsen makanan seperti steik dan sosis atau bakso kelas bawah.

Dua Klausul

Penolakan importasi Indonesia menuai protes dari pihak AS dengan alasan daging sapi perah yang terkena BSE 23 April 2012 itu tidak masuk ke rantai pasok makanan. Namun, menurut Suswono, Indonesia tetap tidak akan membuka impor daging AS yang saat ini terkena BSE. Memang, larangan itu bisa dievaluasi asalkan memenuhi dua klausul.

Klausul pertama, apabila Indonesia telah memperoleh penjelasan resmi dari Otoritas Veteriner dan Tenaga Ahli asal AS kepada pemerintah Indonesia terkait kasus BSE 24 April 2012. “Apakah justifikasi dan klarifikasi dari pemerintah AS itu dapat meyakinkan pemerintah Indonesia bahwa pemasukan produk hewannya tidak membawa risiko masuknya penyakit sapi gila ke dalam wilyah Indonesia,” jelas Suswono.

Klasul kedua, lanjut Mentan, setelah klarifikasi oleh pemerintah AS, Komisi Ahli Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veternier (KAKHMV) segera melakukan kajian ilmiah. “Apabila komisi sudah memberi rekomendasi bahwa produk peternakan AS sudah memenuhi prasyarat keamanan pangan, maka kita akan buka (kembali impor daging asal AS),” paparnya.

Sebelumnya Kementan memperoleh rekomendasi dari KAKHMV, importasi produk hewan ternak sapi yang dilarang mencakup MBM, jeroan, dan daging bertulang (bone in meat). Kemudian barulah keluar Instruksi Menteri Pertanian No 02/Inst/PD.620/4/2012 dan Keputusan Menteri Pertanian (Kepmentan) No 3238 tahun 2012.

Banun Harpini, Kepala Badan Karantina Pertanian menambahkan, dengan berbekal dua payung hukum itu, pihaknya memerintahkan semua Kepala Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian tempat pemasukan untuk melakukan tindakan penolakan pemasukan produk hewan yang berasal dari AS. “Pelarangan itu dapat dilihat dari bill of lading atau cargo manifest mulai tanggal 24 April 2012,” tutur Banun. Menurut dia, penghentian impor asal AS dilakukan dengan dalih bila sampai terjangkit BSE, butuh waktu lama, paling tidak 8 tahun, untuk menghilangkannya.

Kuota impor dari AS, lanjut Suswono, bisa digantikan dari sumber-sumber yang lainnya. “Tetapi saya yakin AS pasti akan melakukan tindakan cepat karena bagaimana pun AS juga merasa rugi,” ucapnya.

Semester Kedua Butuh Lebih Banyak

Masih terkait importasi daging, Haniwar justru mengkhawatir jumlah kuota daging impor pada semester kedua yang hanya 14 ribu ton dinilainya terlalu kecil. Pasalnya, semester kedua ini para pelaku industri olahan membutuhkan lebih banyak bahan baku untuk persiapan bulan puasa, lebaran dan tahun baru.

“Dari perhitungan kita, kebutuhan semester kedua itu dua kali lipat dari semester pertama karena untuk memenuhi kebutuhan puasa lebaran natal dan tahun baru,” alasan Haniwar.

Namun pihak Kementan bersikukuh kebutuhan masyarakat, termasuk untuk antisipasi lonjakan permintaan pada saat  puasa, lebaran dan tahun baru, pada semester kedua dapat dipenuhi dari dalam negeri. “Pasokan dalam negeri masih memungkinkan untuk menutup kekurangan pasokan,” tandas Suswono.

Yuwono Ibnu Nugroho

 

 
 

Volume Impor Daging

Periode Januari – April 2012

 

Negara     Jenis Daging (Kg)

Daging                     Jeroan                     Meat & Bone Meal   

Australia   9.837.674  2.824.680  10.285.678                

Kanada      -               -               8.344.056 

Selandia Baru                             4.883.106  850.011     11.940.834

AS             1.027.983  1.058.320  49.989.174

Porsi impor AS (%)      6,52          22,36                        62            

 

Jumlah      15.748.263 4.733.011  80.539.745

Sumber: Kementan 2012, diolah





 

Suara Agribisnis
Membangun Kembali Koperasi Pertanian
Struktur Kementerian Pertanian 2014 – 2019

Usaha Tani
Mulai Hidup Baru dari Jeruk
Industri Unggas Butuh Jagung Lebih Banyak
Harga Seimbang, Petani Tenang

Wisata
WISATA : Piknik di Pekarangan Belakang Rumah
RESTO : Gurihnya Pindang Ikan Toman Khas Jambi

Khasiat
Waspada Obat Kuat Ilegal
Akhirnya Anes Rajin Konsumsi Bio HSA

Hobi dan Resto
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan