14 October 2012
Melihat dari Dekat Produksi Nugget dan Sosis

Konsumsi pangan protein hewani masyarakat yang relatif rendah membuat para pelaku industri ayam bergandeng tangan untuk berpromosi bareng dalam Festival Ayam dan Telur (FAT).

Salah satu rangkaian acara FAT yang digelar 21 Oktober 2012 pukul 06.30 – 16.00 WIB di Parkir Timur Senayan, Jakarta itu adalah “Journalist Tour”. Mereka mengajak para wartawan terutama dari media umum mengikuti talkshow dan melihat pengolahan ayam mulai dari dipotong hingga menjadi produk olahan di PT So Good Food Manufacturing di Cikupa, Tangerang, Banten (10/10).

Tujuannya, melalui media mereka, masyarakat umum memperoleh gambaran proses produksi olahan ayam yang baik mulai dari peternakan hingga ke meja makan. Masyarakat juga diharapkan akan lebih mengerti pentingnya gizi dari produk ayam bagi anak-anaknya.

“Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus mendapatkan asupan gizi yang cukup, sebab perbaikan gizi (kalori dan protein) mempunyai andil 50% dalam pertumbuhan negara,” ucap Achmad Dawami, Ketua Asosiasi Rumah Potong Hewan dan Unggas Indonesia (ARPHUIN) mengutip pernyataan badan dunia, Unicef, dalam talkshow tersebut.

Mengenai masih rendahnya konsumsi daging ayam dan telur, Dawami menampik alasan daya beli sebagai kendala bagi masyarakat untuk membeli.  Ia lebih percaya hal itu terjadi karena kurangnya kesadaran tentang arti penting asupan sumber gizi ini. Pasalnya, ayam dan telur relatif lebih murah ketimbang harga sebungkus rokok atau pun pulsa telepon seluler.

Tumbuh Kembang dan Perkembangan Otak

Sementara itu Muhammad Anshori dari Badan Ketahanan Pangan Provinsi Banten mengatakan, daging dan telur ayam sumber protein bermutu tinggi perlu dikonsumsi anak-anak dan orang dewasa agar cerdas, sehat, tumbuh secara normal dan produktif. “Asam amino yang terkandung di dalam daging dan telur bisa berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak,” paparnya.

Anshori menambahkan, sampai sekarang masih banyak pandangan yang salah terkait daging ayam. Misalnya, daging tersebut tidak sehat, kurang segar, dan mengandung hormon. Untuk menjamin kesehatan dan ketentraman batin, masyarakat perlu mendapat pemahaman yang benar tentang itu. “Semua jenis ayam baik karena ayam adalah sumber protein berkualitas tinggi dan lebih rendah kandungan lemak jenuhnya dibanding daging merah,” katanya. Daging ayam kaya akan mineral (kalsium, tembaga, zat besi, fosfor, kalium, dan seng) dan beragam vitamin (vitamin A dan berbagai vitamin B). Semua kandungan tersebut sangat baik untuk anak-anak

Dari sisi produsen ayam olahan, Roy Heru Wibowo, Vice President PT So Good Food Manufacturing (SGFM) menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan protein dan gizi masyarakat lewat konsumsi ayam. Karena itu, pihaknya membuka diri bagi masyarakat untuk melakukan kunjungan ke pabrik. “Ini bentuk kepedulian pada generasi mendatang dan mendukung pemahanam masyarakat tentang ayam sehat, higienis, halal dan aman,” jelas Roy. Di pabrik SGFM itu wartawan dan masyarakat bisa menyaksikan proses produksi pangan olahan berbahan baku ayam berlabel Sogood, seperti nugget, karage, spicy wing, sosis dan sebagainya.

Tri Mardi Rasa

 





 

Suara Agribisnis
Kebijakan Makro Persawitan Nasional
Membangun Kembali Koperasi Pertanian

Usaha Tani
Selamatkan Buah dari Helopelthis
Kelola DO Agar Tidak KO
Efisiensi Berbalut Teknologi

Wisata
WISATA : Piknik di Pekarangan Belakang Rumah
RESTO : Gurihnya Pindang Ikan Toman Khas Jambi

Khasiat
Berharap Pulih dengan Kombinasi Herbal dan Medis
Waspada Obat Kuat Ilegal

Hobi dan Resto
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan