10 May 2017
SUARA TANI : Pedas di Hulu, Panas di Hilir

Berbagai kendala berbeda dihadapi petani cabai di setiap daerah. Bagaimana mengatasinya?

Bagi Sutrimo, petani cabai di Jember, Jatim, dan Sarwo, petani cabai di Lampung Selatan, Lampung, budidaya cabai berasa pedas di hulu karena budidaya cabai merah cukup rewel. “Di musim penghujan agak sulit. Produktivitas sangat turun,” ungkapnya.

Pembudidaya cabai sejak 2009 ini mengaku belum bisa menyediakan lahan yang sesuai pada musim hujan. Fisiologi tanaman juga terganggu karena tidak mendapat penyinaran secara optimal sehingga banyak bunga yang rontok atau gagal berbuah. “Gangguan terutama di fase generatif,” ujar Trimo, sapaannya.

Perkembangan organisme pengganggu tumbuhan, khususnya penyakit lumayan banyak. “Antraknosa buah sampai sekarang belum bisa kami atasi. Kami hanya bisa panen 20% dari buah yang seharusnya atau tidak panen sama sekali. Luasan tanam bulan April-Mei lalu hanya panen 10%-15%,” papar Ketua Kelompok Bina Mitra Usaha Tani Hortikultura ini.

Ia belum menemukan varietas cabai yang toleran serangan antraknose. “Kami sangat terbantu kalau ada perbaikan varietas cabai. Selama ini varietas yang kami tanam belum ada yang cocok untuk musim penghujan,” terang pengguna berbagai varietas cabai ini. Karena itu Trimo dan kelompoknya belum bisa memproduksi cabai merah besar dengan produktivitas yang stabil dan kontinu sepanjang tahun.

Kendala Biaya dan Pasar

Sementara itu, ulas Sarwo, biaya produksi cabai merah besar lebih tinggi ketimbang cabai merah keriting yang berkisar Rp60 juta-Rp70 juta/ha. Padahal, petani kesulitan memperoleh pembiayaan. Pedagang besar tidak bersedia memberi bantuan modal untuk budidaya cabai merah besar karena pasar mereka cabai merah keriting. “Perbankan plat merah belum merealisasikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani. Mereka juga sering telat survei lahan untuk syarat pembiayaan. Jadi, kami mengandalkan modal pribadi,” keluhnya.

Kelanjutan tentang tulisan ini baca di Majalah AGRINA versi Cetak volume 12 Edisi No. 269 yang terbit pada November 2016. Atau klik di www.scanie.com/featured/agrina.html, https://www.wayang.co.id/index.php/majalah/agrina





 

Suara Agribisnis
Menanggulangi Sampah Kota Secara Sistematis dan Terintegrasi
Gonjang Ganjing Produksi dan Harga Jagung Nasional

Usaha Tani
SUARA TANI : Pedas di Hulu, Panas di Hilir
INFO PASAR : Memasarkan Kentang Berkualitas ke Pasar Ritel Modern
PERIKANAN : Tips Budidaya Saat Cuaca Tak Menentu

Wisata
WISATA : Piknik di Pekarangan Belakang Rumah
RESTO : Gurihnya Pindang Ikan Toman Khas Jambi

Khasiat
Menangkal Si Manis dengan Si Pahit
Herbal Peningkat Trombosit

Hobi dan Resto
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan