06 November 2006
Sehat dengan Sirup Rosela Merah

Masyarakat umumnya telah mengenal kenaf atau rosela (Hibiscus cannabinus) sebagai tanaman  penghasil serat karung dan Hibiscus rosasinensis yang lazim disebut bunga sepatu. Rosela merah (Hibiscus sabdariffa) adalah anggota keluarga Hibiscus  yang relatif  jarang dikenal orang. Padahal tanaman ini berkhasiat mengatasi aneka penyakit, mulai dari penyakit kanker hingga lemah syahwat. Caranya pun gampang, dengan mengonsumsi aneka produk olahannya, di antaranya sirup rosela merah.

 

Atasi Kanker Hingga Cacingan 

Rosela merah dikenal dengan berbagai nama, yaitu Jamaican Sorrel (India Barat),   Oseille Rouge (Perancis), Quimbombo Chino (Spanyol), Karkade (Afrika Utara), dan Bisap (Senegal). Selain menjadi tanaman hias, bunga rosela merah juga digunakan sebagai bahan makanan dan minuman.

Bagian tanaman yang bisa diproses menjadi produk pangan adalah kelopak bunganya. Kelopak bunga tanaman ini berwarna merah tua, tebal, dan  berair (juicy), serta banyak mengandung Vitamin A, Vitamin C,  dan asam amino. Kelopak bunga rosela merah yang rasanya sangat masam ini biasanya dibuat menjadi jeli, saus, teh, sirup, dan  manisan.

Bahan  penting yang terkandung dalam kelopak bunga rosela adalah grossy peptin, anthocyanin, dan gluside hibiscin. Selain itu kelopak bunga rosela merah juga mengandung  asam organik, polisakarida, dan flavonoid  yang bermanfaat mencegah penyakit kanker, mengendalikan tekanan darah, melancarkan peredaran darah, dan melancarkan buang air besar.

Secara tradisional, tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk mengatasi batuk, lesu, demam, dan gusi berdarah. Ekstrak kuncup bunga rosela merah juga dipercaya mampu bekerja sebagai penahan kekejangan (antispasmodik), anticacing (antihelmintik),  dan  antibakteria.  Khasiat lain dari herba ini sebagai  antiseptik, mengatasi lemah syahwat,   penyejuk (astringent), dan menurunkan kadar penyerapan alkohol.

 

Ditanam Sendiri

Sumariadi, salah satu potret pelaku industri kecil yang memproduksi aneka sirup berbahan alami seperti kayu secang dan bunga rosela merah. Berawal dari banyaknya bunga rosela merah yang bermekaran di halaman rumahnya, pegawai bagian Humas Pemda Kabupen Nganjuk, Jawa Timur, ini berinisiatif memproduksinya menjadi  sirup.

Saat ini, ia mampu menghasilkan rata-rata 100 botol sirup rosela merah/hari. Kapasitas produksinya ia tingkatkan jika ada pesanan. Sirup yang dikemas dalam botol dijual dengan harga Rp10.000 dan dipasarkan hingga ke Malang, Surabaya, dan Jakarta.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, Sumariadi menanam sekitar 1.000 batang tanaman rosela merah di sekitar rumahnya. “Tidak seperti kenaf atau rosela kuning, rosela merah belum banyak yang membudidayakannya secara komersial,” terang Sumariadi. Hal inilah yang menyebabkan ia tidak berani mengandalkan pasokan dari pasar lokal.

Menurut Sumariadi, rosela merah akan berbunga setelah tiga bulan ditanam. Satu tanaman menghasilkan sekitar 2 kg kelopak bunga dalam bentuk kering. Untuk membuat sirup rosela merah, bunga dipetik dan kelopaknya dikupas. Satu kilogram kelopak bunga rosela merah basah menghasilkan sekitar 300 gram polong kelopak bunga basah. Setelah dijemur, polong menyusut bobotnya hingga tinggal 30 gram saja. Polong kering inilah yang merupakan bahan baku pembuatan sirup rosela.

Untuk menghasilkan 12 liter sirup dibutuhkan 200 gram kelopak bunga rosela merah kering, 8 liter air, dan 12 kg gula pasir. Semua bahan selanjutnya direbus dan disaring. Setelah itu, sirup yang rasanya manis masam ini siap dikemas dan dikonsumsi sebagai minuman kesehatan.

Daryanto





 

Suara Agribisnis
Halal Syarat Mutlak Impor Produk Ternak
Organisasi Petani dalam Iklim Demokrasi Baru

Usaha Tani
Prabumulih Andalkan Peternakan
Meraup Laba dari Nata de Coco Rumahan
Menuai Berkah dari Telur Gurami

Wisata
RESTO :Rumah Makan Tulang Jambal, Sajian Eksotik Nan Menggugah Selera
RESTO : Rumah Harum Durian Surganya Pecinta Durian

Khasiat
Menyembuhkan dengan Hati
Pakan Ulat Sutera Turunkan Gula Darah

Hobi dan Resto
Tanaman Air untuk Percantik Taman
Rahasia Tabulampot Rajin Berbuah