16 November 2013
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur

Asyiknya menikmati lingkungan yang teduh sekaligus bisa memetik buah.

Teduhnya melihat pekarangan rumah, perkantoran, dan taman bermain dihiasi dedaunan rimbun yang saling merambat dan menjuntai ke bawah.  Sejuk langsung terasa ketika kita berada di dalamnya.

Pekarangan dan garasi rumah akan terasa makin sejuk saat dihiasi pergola si tanaman rambat pelindung dan peneduh lingkungan. Selain tampak apik dan enak dipandang, tanaman pelindung juga menghasilkan bunga cantik dan buah yang enak dimakan.

Tertarik Buah

Cukup banyak tanaman yang bisa dijadikan pergola. Di antaranya: air mata pengantin (Antogonon leptopus), jalaran api (Pyristegia venusta), flame of irian (Mucuna benetti), melati (Jasminum laurifolium), cincau rambat, sirih, hingga markisa (Passifora sp.) dan anggur (Vitis vinivera).

Jika Anda tidak cukup memperoleh lingkungan yang asri nan indah namun juga ingin memanen buah pergola, tanamanlah markisa atau anggur. Markisa memiliki buah yang berasa masam-masam manis dan menimbulkan sensasi unik tersendiri saat memakannya. Sedangkan, anggur disukai kebanyakan orang karena rasa buahnya yang manis, tekstur buah yang lembut, berbiji sedikit, dan bisa langsung dimakan tanpa dikupas kulit buahnya.

Menurut Januar, ada saja yang mencari anggur sebagai tanaman pelindung lantaran tertarik buahnya. “Sebagian ada yang menjadikan anggur sebagai tanaman rambat. Tujuannya untuk diambil buah, kedua untuk ngademin rumah,” tutur staf produksi dan penjualan Berkah Tani, produsen bibit tanaman hortikultura di kawasan Pasarminggu, Jakarta Selatan.

Meski tidak terlalu ramai, peminat anggur selalu ada. Setiap bulan Januar bisa menjual 1-15 tanaman anggur. Harga yang ditawarkan pun cukup lumayan. Tanaman anggur berukuran tinggi 1,5 m dibandrol Rp100 ribuan/pot. Sementara yang setinggi 2,5 cm dilabel Rp20 ribu-Rp25 ribu/polibag. ”Yang banyak dibeli ukuran-ukuran yang kecil,” ujar dia.

Perawatan

Menurut Januar, menanam anggur harus tahu cara perawatan dan penyiraman. “Kalau nggak tahu cara penyiramannya bisa mati,” ungkap pria kelahiran Jakarta, 3 Januari itu. Anggur tipikal tanaman yang tahan panas, tidak menyukai air, dan menyenangi kondisi tanah yang kering. Karena itu, penyiraman cukup dua hari sekali pada waktu pagi atau sore hari. “Penyiramannya boleh di daun seminggu sekali untuk hilangin debu. Selanjutnya fokus ke batang, akar,” sarannya.

Anggur, sambung Januar, juga menyukai tanah berpasir. Sebab itu, media tanamnya berupa tanah, sekam yang belum dibakar, dan pasir. Lebih banyak pasir akan semakin bagus, dengan komposisi 2/3 pasir, 1/3 tanah, dan 1/3 sekam. Sekam yang belum dibakar lebih cepat meresap air dan mempermudah pertumbuhan akar.

Untuk pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran kambing. Januar memilih pupuk dari kotoran kambing karena menghindari hama rayap yang menggerogoti akar tanaman. ”Kalau pupuk kandang sapi itu dirayapin tanahnya sampai ke dalam, dia akan makan akar tanaman,” tukasnya. Pupuk itu disebar di atas media tanam sebanyak seperempat sampai satu karung pupuk ukuran 10-15 kg. Pemupukan cukup dilakukan lima sampai enam bulan sekali.

Cepat Tumbuh

Menanam anggur sebagai pergola tidak membutuhkan waktu terlalu lama. “Pertumbuhan nggak lama, enam bulan dia sudah merambat ke mana-mana bahkan bisa berbuah juga,” ulas Januar.

Cukup mudah membuat anggur sebagai pergola. Tanam anggur di dekat tiang penyangga atap. Keluarkan bibit anggur dari wadah polibag. Lalu, gali tanah di sekitar tiang sebagai tempat merambat dan tanam bibit anggur di dalamnya. Setelah selesai ditanam, tempelkan salah satu pucuk tanaman ke tiang rambat dan diikat dengan tali. Tanaman pun akan mengelilingi tiang hingga menuju atap dengan sendirinya.

Sementara untuk membuahkan anggur, Januar menyarankan, kurangi jumlah daunnya sekitar 40%. Dengan cara seperti ini, tanaman akan berbuah dalam enam bulan hingga satu tahun kemudian. Buah anggur tidak bersifat musiman. Jeda waktu setiap berbuah sekitar 3-4 bulan. Perbanyakan anggur bisa dengan cara cangkok ataupun setek.

Anggur yang tumbuh subur disukai hama belalang, kutu putih dan ulat. Kutu putih ini menempel di batang, sedangkan belalang dan ulat akan memakan dedaunan anggur. Untuk mencegah serangan hama, lakukan penyemprotan pestisida dua kali per bulan saat pagi atau sore hari.

Windi Listianingsih

 





 

Suara Agribisnis
Menanggulangi Sampah Kota Secara Sistematis dan Terintegrasi
Gonjang Ganjing Produksi dan Harga Jagung Nasional

Usaha Tani
SUARA TANI : Pedas di Hulu, Panas di Hilir
INFO PASAR : Memasarkan Kentang Berkualitas ke Pasar Ritel Modern
PERIKANAN : Tips Budidaya Saat Cuaca Tak Menentu

Wisata
WISATA : Piknik di Pekarangan Belakang Rumah
RESTO : Gurihnya Pindang Ikan Toman Khas Jambi

Khasiat
Menangkal Si Manis dengan Si Pahit
Herbal Peningkat Trombosit

Hobi dan Resto
Memperindah Taman dengan Pergola Anggur
Membungakan Anggrek Bulan di Pekarangan