Kamis, 12 Oktober 2023

Dimensi Penting Pakan Presisi

Dimensi Penting Pakan Presisi

Foto: Dok. AGRINA
Pemberian pakan presisi, penggunaan nutrisi pakan efektif

Untuk mendapatkan performa unggas yang optimal, pemberian pakan tak lagi sekadar cukup dan berimbang.
 
Sejak pandemi Covid-19 merebak, pelaku usaha budidaya unggas dihadapkan pada biaya pakan yang menggila. Harga pakan broiler rata-rata tahun lalu mencapai Rp9.200/kg, naik cukup signifikan dari 2021 yang Rp7.500/kg.
 
Sampai sekarang pun harga masih bertahan tinggi. Padahal, biaya pakan berkontribusi terhadap total biaya pemeliharaan sekitar 70%. Karena itu, peternak perlu mencurahkan perhatiannya pada pemberian pakan yang semakin presisi agar efektif dan efisien bagi pertumbuhan unggas.
 
 
Tidak Kurang, Tidak Lebih
 
“Yang dimaksud pemberian pakan yang presisi (precision feeding) adalah pemberian pakan dalam jumlah tepat, dengan komposisi tepat, proporsi tepat, dan dalam waktu yang tepat,” ungkap Prof. Ali Agus, DAA, DEA, dalam bincang-bincang “Penguatan Ekosistem Smart Farming Perunggasan” di sela Pameran ILDEX Indonesia, Tangsel, Banten (21/9).
 
Guru Besar Fakultas Peternakan UGM tersebut menjabarkan program pemberian pakan tradisional yang sampai sekarang masih banyak diadopsi para peternak. Cara ini dicirikan oleh formulasi dengan biaya minimal dan bertujuan memenuhi persyaratan nutrisinya untuk unggas secara rata-rata atau yang paling tinggi performanya dalam suatu populasi. Akibatnya, terjadi ayam kekurangan (under feeding) atau kelebihan pakan (over feeding) dalam satu kelompok.
 
Semestinya, persyaratan nutrisi bukan parameter untuk populasi ternak, melainkan individu ternak atau bahkan gen seperti yang sedang dikembangkan para ahli. “Jadi, precision feeding itu memberikan pakan sedekat mungkin dengan persyaratan yang pasti. Ibarat memanah, targetnya adalah lingkaran terdalam,” tandas Ketua Umum Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) 2007-2015 ini.
 
Pemberian pakan secara presisi, lanjut Ali, menawarkan beberapa keuntungan, yakni penggunaan nutrisi atau pakan yang efektif, mengoptimalkan produktivitas, mengurangi kehilangan pakan, dan meningkatkan laba.
 
“Yang tak kalah pentingnya adalah isu lingkungan terkait polusi. Kalau kita tidak tepat dalam memberi pakan, misalnya over feeding 1% saja akan mendatangkan masalah. Contoh, closed house peternakan ayam petelur dengan populasi 100 ribu ekor tiap hari membutuhkan biaya Rp7 juta untuk menangani limbahnya,” terang tamatan S3 ENSA Rennes, Perancis, ini.
 
Kelebihan nutrien mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P). Setiap 5% limbah mengandung 7,5% N dan 35% karbohidrat. Selain boros biaya, kelebihan juga dilepas ke lingkungan dalam bentuk amonia dan aroma tak sedap yang juga berpotensi mengganggu masyarakat.
 
 
Butuh Alat
 
Untuk menerapkan pemberian pakan presisi, menurut Ali, butuh alat identifikasi dan pengukuran.
 
Misalnya, timbangan dan alat pemberi pakan otomatis. Selain itu juga, alat pendukung pengambilan keputusan, seperti model matematika yang menghitung kebutuhan nutrien ternak secara real-time dengan memperhitungkan perilaku ternak dan kondisi kandang. Di sinilah perlunya peternak memberdayakan Internet of Things (IoT).
 
Ia mencontohkan, IoT milik perusahaan rintisan BroilerX dilengkapi sensor untuk mengukur kandungan amonia (NH3), suhu, dan kelembapan udara. Alat tersebut dipasang di dalam kandang.
 
Penerapan pemberian pakan presisi menghadapi tantangan berupa estimasi kebutuhan nutrisi tiap individu ternak, keandalan sensor, manajemen yang rumit, dan pembiayaan yang harus efektif.
 
“IoT yang mendukung hal tersebut antara lain image monitoring untuk mengetahui luas tempat yang dimanfaatkan ayam, data perilaku ternak, alat penangkap suara, dan penimbangan untuk mengukur pertumbuhan. Saat ini pihak BroilerX sedang mengembangkan timbangan (smart scale AI),” tuntas Ali.
 
 
 
Untuk naskah selengkapnya silakan baca Majalah AGRINA Edisi 352 terbit Oktober 2023 atau dapatkan majalah AGRINA versi digital dalam format pdf di Magzter, Gramedia, dan Myedisi.

 
Agrina Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain