Sabtu, 4 Maret 2023

Sugeng, Konsep Desa Bikin Peternak Sejahtera

Sugeng, Konsep Desa Bikin Peternak Sejahtera

Foto: Dok. Pribadi
Sugeng - Jadi, dia senang, kita juga senang membuat dia senang

Proporsi hasil sesuai amal perbuatan masing-masing
 
 
Di tangan orang yang tepat, koperasi bisa berjaya. Itulah yang terjadi pada Koperasi Produksi Ternak Maju Sejahtera (KPT-MS), koperasi peternak sapi potong di Lampung Tengah, Lampung yang berdiri tegak memakmurkan anggota dan menggerakkan ekonomi daerah.
 
Di tahun 2022 KPT-MS mampu membukukan keuntungan yang cukup menggiurkan, Rp93 juta. Sebanyak 293 orang mendapat bagi hasil usaha dengan adil dan merata. Siapa sosok di balik itu dan apa yang dia lakukan?
 
 
Konsep Sederhana
 
Sosok itu bernama Sugeng, pria asli Lampung yang berperan besar memantik interaksi anggota dengan koperasi. Ia berkenalan dengan KPT-MS tahun 2016 saat diminta Suhadi, Ketua KPT untuk jadi pendamping keuangan dari Bank Indonesia.
 
Syarat pendamping harus bisa mengoperasikan program MS Excel. Merasa menguasai bidang itu, ia pun mendaftar lalu diterima. Tugasnya merapikan data keuangan koperasi dari catatan kertas ke komputer.
 
Dalam mengelola keuangan, Sugeng mendapat diklat tentang indeks transaksi dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung. Banyak materi yang dipelajari untuk diterapkan. Ia berusaha menyederhanakan ilmu tersebut menyesuaikan kondisi riil yang ada di peternak sehingga mudah diterima.
 
”Di dalam koperasi, konsepnya saya buat sederhana, yakni dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Jadi dalam usaha ada 3 konsep, yaitu modal lalu ada transaksi, terus ketemulah hasil. Saya berusaha gabungkan 3 tadi. Modalnya dari anggota, transaksi oleh anggota, dan hasil untuk anggota,” cerita Bendahara KPT-MS ini.
 
Modal anggota berupa simpanan pokok Rp100 ribu, simpanan wajib Rp20 ribu, dan simpanan sukarela. Modal itu menghasilkan nilai indeks simpanan yang selanjutnya direkapitulasi di akhir tahun. Indeks simpanan yaitu nilai simpanan anggota dibagi nilai seluruh simpanan. Setiap bulan indeks simpanan dihitung dan diakumulasi per 31 Desember.
 
Ada pula indeks transaksi yang berasal dari transaksi tiap anggota dibagi total transaksi koperasi. Di akhir tahun, indeks transaksi juga diakumulasi menjadi keuntungan anggota. Sehingga, anggota akan memperoleh bagi hasil berupa nilai indeks simpanan dikalikan keuntungan simpanan ditambah nilai indeks transaksi dikali keuntungan transaksi.

 

 

 

 

Untuk naskah selengkapnya silakan baca Majalah AGRINA Edisi 345 terbit Maret 2023 atau dapatkan majalah AGRINA versi digital dalam format pdf di Magzter, Gramedia, dan Myedisi.

 

 
Agrina Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain