Rabu, 12 Juli 2023

Heri Irawan, Fokus pada Solusi dan Senang Berkontribusi

Heri Irawan, Fokus pada Solusi dan Senang Berkontribusi

Foto: Windi Listianingsih
Mau hasilnya baik atau jelek, yang penting berkontribusi dulu. Lakukan apa yang bisa - Heri

Membangun kerja sama dengan rasa saling percaya akan mendatangkan kenyamanan.
 
 
Kondisi peternak ayam skala kecil kian sulit. Sudahlah fasilitas kandang tidak memenuhi, harga input produksi kian melilit, harga jual ayam sering kali tidak menghasilkan cuan yang ‘menggigit’.
 
Menurut Heri Irawan, peternak kecil tersebut sebenarnya bisa memperoleh hasil yang optimal asal performa ayamnya maksimal.
 
Bagaimana praktisi broiler ini membantu para peternak kecil meningkatkan performa dengan solusi yang saling menguntungkan? Mari simak pengalaman serunya kepada AGRINA.
 
 
 
Mengisi Kelemahan
 
Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 28 Juli 1984 ini menjelaskan, beberapa tahun terakhir harga pakan dan anak ayam umur sehari (day old chick, DOC) terus menanjak sehingga menyebabkan harga pokok produksi (HPP) meningkat.
 
Ditambah performa budaya yang tidak maksimal, HPP pun semakin bengkak. Meski beberapa minggu terakhir harga ayam hidup (livebird) di tingkat peternak tengah membaik, profit tetaplah tipis jika performa tidak terjaga.
 
Keprihatinan akan kondisi tersebut membuat Heri terpikir mengisi kekurangan dengan mengelola manajemen kandang berlandaskan solusi yang saling menguntungkan, yaitu berbagi hasil dan berbagi rugi sesuai kondisi yang dihadapi. Pasalnya, kelemahan peternak kecil selama ini ada pada sisi manajemen kandang.
 
”Karena saya ngalamin jadi peternak mandiri, rugi-rugi terus. Rugi dalam arti sudah harga nggak bagus, performa nggak ngangkat. Kenapa nggak, ada ide buat bantu peternak untuk full management (mengelola penuh),” ulas pria yang pernah rugi hingga Rp700 juta dalam sebulan yang menggerus keuntungan di tahun-tahun sebelumnya saat beternak mandiri.
 
Ditambah lagi, perubahan iklim dan iklim ekstrem membuat keberhasilan beternak semakin menantang. ”Manajemen yang paling krusial. Sudah harga sapronaknya mahal, pakan bagus pun kalau dari sisi manajemen nggak maksimal, HPP juga nggak akan turun. Apalagi kondisi dari pagi ke siang panas, lalu sore ke malam hujan, kalau peternak nggak jeli, nggak bisa me-manage itu, ayam bisa sakit, imunosupresi, daya tahan turun,” ulas Heri.
 
 
 
 
Untuk naskah selengkapnya silakan baca Majalah AGRINA Edisi 349 terbit Juli 2023 atau dapatkan majalah AGRINA versi digital dalam format pdf di Magzter, Gramedia, dan Myedisi.

 

 
Agrina Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain