Minggu, 4 Juni 2023

Awas, Pupuk Bersubsidi Tiruan! Petani Jangan Tergiur Harga Murah

Awas, Pupuk Bersubsidi Tiruan! Petani Jangan Tergiur Harga Murah

Foto: Pupuk Indonesia (Persero)
Untuk mendapat pupuk bersubsidi, petani harus tergabung dalam kelompok tani

PT Pupuk Indonesia (Persero) mengimbau seluruh petani agar mewaspadai peredaran pupuk tiruan menjelang musim tanam. Pasalnya, produk tiruan tersebut sangat identik dari sisi kemasan dan merek pupuk bersubsidi milik Pupuk Indonesia (Persero).
 
SVP PSO Wilayah Barat Pupuk Indonesia, Fickry Martawisuda mengatakan, produk milik PT Pupuk Indonesia (Persero),baik yang subsidi maupun nonsubsidi hanya bisa diperoleh di kios pupuk lengkap (KPL) resmi selaku mitra. Bahkan, produk pupuk milik Pupuk Indonesia (Persero) memiliki hak eksklusif atas merek dagang pupuk bersubsidi.
 
“Oleh karena itu kami sebagai produsen mengimbau seluruh petani agar mewaspadai peredaran pupuk tiruan. Para petani juga jangan mudah tergiur dengan harga murah. Penggunaan pupuk tiruan ini sangat merugikan petanikarena kandungan haranya tidak sesuai SNI,” ungkap Fickry.
 
 
 
Ini Ciri yang Asli
 
Fickry menambahkan, petani bisa membedakan kemasan karung produk asli Pupuk Indonesia Grupdari yang tiruan. Ciri-ciri produk asli sebagai berikut: terdapat nomor call center, logo SNI, dan nomor izin edar. Produk Pupuk Indonesia juga terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, serta memiliki kualitas dan kandungan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
 
Pada karung produk asli juga terdapat tulisan ‘Pupuk Bersubsidi Pemerintah, Barang Dalam Pengawasan’. Selain itu, bentuk pupuk khususnyayang bersubsidi,yaitu berbentuk prill dan granul dengan warna yang khas. Pupuk Urea subsidi berwarna merah muda atau pink, sementara pupuk NPK subsidi berwarna merah kecokelatan.
 
Selain itu, petani juga dapat memastikan keaslian produk pupuk subsidi dengan menghubungi layanan pelanggan Pupuk Indonesia di kontak bebas pulsa melalui nomor 0800 100 8001 atau WA 0811 9918 001.
 
“Pupuk Indonesia (Persero) akan meningkatkan sosialisasi kepada petani mengenai pupuk tiruan khususnya pada pupuk subsidi. Sosialisasi akan kami lakukan di media massa, website, media online, media sosial, kios resmi, maupun dalam kesempatan sosialisasi lainnya,” imbuh Fickry.
 
 
 
Jumlah Stok 259%
 
Untuk tahun anggaran 2023, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No.10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian menetapkan, alokasi pupuk bersubsidi berjumlah 7,8 juta ton. Rinciannya adalah pupuk urea 4,6 juta ton dan NPK 3,2 juta ton.
 
Petani yang ingin mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi tersebut harus memenuhi syarat atau kriteria sesuai Permentan No.10 Tahun 2022. Syaratnya adalah petani wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN), serta menggarap lahan maksimal dua hektar. Beleid ini juga memfokuskan subsidi pupuk kepada jenis Urea dan NPK.
 
Penyaluran pupuk bersubsidi nasional sampai 24 Mei 2023 sudah mencapai 2.860.975 ton yang terdiri dari Urea sebesar 1.684.173 ton, NPK Phonska sebesar 1.165.375 ton serta NPK Formula khusus sebesar 11.426 ton. Masih menurut Fickry, khusus untuk PSO Wilayah Barat yang mencakup area seluruh Pulau Sumatera, Jawa Barat & Banten, serta Jawa Tengah & DIY, jumlahpupuk bersubsidi telah disalurkan sebesar 1.550.923 ton.  yang terdiri dari Urea sebesar 906.466 ton, NPK Phonska sebesar 644.386 ton, serta NPK Formula khusus sebesar 71 ton.
 
Jumlah stok pupuk subsidi di PSO Wilayah Barat, Fickry menyebut,terdapat 342.181 ton atau 259% dari ketentuan stok minimum yang ditetapkan Pemerintah,yaitu sebesar 132.175 ton. Rincianstok yang siap didistribusikan di wilayah ini Urea sebesar 209.371 ton, NPK Phonska sebesar 130.049 ton dan NPK Formula khusus sebesar 2.762 ton.
 
"Menuju era digitalisasi Pupuk Indonesia (Persero) juga akan memanfaatkan Aplikasi REKAN sebagai sistem penebusan pupuk. Sistem ini bisa diimplementasikan untuk transaksi penyaluran pupuk bersubsidi oleh mitra kios/pengecer.Diharapkan dengan adanya aplikasi ini akan memudahkan petani dalam penebusan pupuk bersubsidi. Piloting sudah diimplementasikan di Provinsi Bali serta di Kabupaten Aceh Besar,” tutup Fickry.
 
 
 
Adv

 
Agrina Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain