Minggu, 4 Juni 2023

Agriconnect 2023, Tawarkan Solusi untuk Pertanian Berkelanjutan

Agriconnect 2023, Tawarkan Solusi untuk Pertanian  Berkelanjutan

Foto: Peni Sari Palupi
Budidaya sayuran ini mengaplikasikan sensor cahaya, kelembapan, dan suhu

Edisi perdana Agriconnect Conference & Exhibition 2023 yang berfokus pada keberlanjutan pertanian di Asia Tenggara sukses digelar dengan dihadiri 400 peserta dari 19 negara.
 
Ajang Agriconnect 2023 adalah gelaran terbaru yang dihelat German Agricultural Society (DLG) dan VNU Asia Pacific menggandeng Kementerian Pertanian dan Koperasi Thailand di True Digital Park, Bangkok, 24-25 Mei 2023.
 
Mengangkat tema Eko-efisiensi: Solusi untuk Bisnis Pertanian Berkelanjutan”, acara ini mampu menarik minat 400 peserta untuk merapat. Mereka antara lain datang dari Vietnam, Filipina, Kambodia, India, Jerman, Italia, Amerika Serikat, dan tuan rumah Thailand.
 
Bersama 47 pembicara asal 10 negara terdiri dari para pakar, profesional, dan penyedia sarana produksi, mereka berdiskusi secara mendalam tentang berbagai tantangan di bisnis pertanian di kawasan Asia Tenggara.
 
Mereka juga menawarkan sejumlah solusi yang bisa diterapkan dan ramah lingkungan untuk meningkatkan produksi pangan. Di ruang lokasi konferensi utama, perusahaan penyedia sarana produksi terkait memamerkan produk unggulan masing-masing.
 
Untuk mengembangkan jejaring di antara para peserta, penyelenggara memfasilitasinya dengan mengadakan networking night pada sore hari selepas sesi konferensi. Sementara hari kedua, peserta diajak mengunjungi salah satu dari tiga lokasi yang ditawarkan, yakni Chia Tai x True Digital Solution Farm di Kanchanaburi, DiStar Fresh Farm atau Speedy Access, keduanya di Nonthaburi. Di ketiga lokasi ini, para peserta melihat penerapan teknologi yang dibicarakan dalam seminar.
 
 
 
Rangkaian Topik Menarik
 
Dalam pembukaan acara, Katharina Staske, Managing Director of DLG Asia Pacific, mengungkap betapa pentingnya tema acara yang diusung. ”Eco-efficiency (efisiensi terkait lingkungan) adalah kunci untuk mengurangi dampak lingkungan di tengah upaya memenuhi kebutuhan pangan yang meningkat. Praktik-praktik pertanian presisi, pengolahan lahan konservasi, dan manajemen hama, nutrisi, dan air secara terpadu memainkan peran penting dalam mencapai eko-efisiensi,” ujarnya.
 
Sementara Igor Palka, Managing Director VNU Asia Pacific, meyakini kekuatan pameran dagang dan konferensi sebagai ajang interaksi bisnis ke bisnis dan sebagai alat pemasaran akan menggairahkan industri pertanian dan hortikultura.
 
Agriconnect 2023 dibuka secara resmi oleh Narapat Kaeothong, Wakil Menteri Pertanian dan Koperasi Thailand. “Dari sisi pemerintah, eko-efisiensi dalam pertanian juga sangat penting untuk melindungi lingkungan. Tujuannya, menghasilkan produk pertanian yang lebih banyak dalam jumlah dan kualitas tetapi dengan sarana lebih sedikit, misalnya luas lahan, air, nutrisi, energi, dan tenaga kerja. Saya yakin, forum ini menguntungkan kita semua dan saya berharap setiap peserta akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sesuai tujuannya masing-masing,” katanya.
 
Sesi konferensi menyajikan banyak topik yang menarik. Mulai dari perlindungan lingkungan, pembiayaan pertanian pada masa mendatang, pertanian pintar, upaya menekan emisi karbon dalam industri tebu dan gula, manajemen biogas, model bisnis pertanian vertikal, teknologi digital untuk petani Thailand, biopestisida, agroekologi, hingga regulasi pasar karbon. Penyajiannya secara simultan dalam empat ruangan terpisah sehingga para peserta harus memilih sesuai minatnya.
 
Di antara tema-tema yang berisikan teknologi dan inovasi terkini yang “berbau” digitalisasi, ada juga sesi pemberdayaan terhadap pelaku bisnis rintisan (start-up) di kalangan petani Thailand. Ada pula sesi khusus pertukaran antara petani muda Thailand dan China yang membahas strategi untuk mencapai sukses dalam bisnis pertanian berkelanjutan.
 
 
 
Kunjungan Lapang
 
Pada sesi kunjungan lapangan yang juga dikoordinasikan oleh Kementerian Pangan dan Pertanian Jerman, para peserta terbagi dalam tiga rombongan sesuai minatnya. Di Chia Tai x True Digital Solution Farm yang ditempuh dalam waktu tiga jam dari pusat kota Bangkok, peserta ditemui Dr. Wallapat Kaewumpai, Chief Strategy Offficer Chia Tai Farm.
 
Dia mempresentasikan serangkaian solusi yang meliputi kombinasi pemupukan dan irigasi pintar (smart fertigation system). Perusahaan grup Charoen Pokphand ini mendemostrasikan robot untuk panen dan pengantaran buah melon di rumah kaca.  Selain itu, peserta juga diajak ke lapangan melihat demo penyemprotan pestisida secara presisi dan efisien menggunakan tiga macam drone.
 
Sementara di DiStar Fresh Farm, sang CEO Sansin Sriphiromrak yang juga menjadi salah satu pembicara sesi pertanian vertikal, berbagi tentang kisah suksesnya. Pria muda ini menekankan pada produksi sayuran daunnya yang diklaim sebagai super food bebas dari pestisida dan polutan.
 
Berlokasi di perkotaan berarti dekat dengan konsumen, pertanian vertikalnya menjadi jawara dalam ikut mengurangi emisi terkait transportasi dan berkontribusi dalam sistem pangan yang berkelanjutan.
 
Sedangkan di Speedy Access, para peserta bertemu dengan Poomipun Koosakul, sang Managing Director. Dia memamerkan keahlian perusahaannya dalam inovasi dan teknologi untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. Penekanannya pada pengembangan sistem kendali yang khusus bagi tiap jenis tanaman, baik yang dibudayakan di dalam ruangan, rumah kaca, maupun di lapangan.
 
Setelah sukses menggelar Agriconnect perdana, menurut Katharina Staske, pihaknya akan melanjutkan event tersebut berselang-seling dengan pameran Agritechnica Asia dan Horti Asia 2024 di Bangkok.
 
“Bicara pertanian berkelanjutan dan target Sustainable Development Goals 2030, kita masih akan melanjutkan topik eko-efisiensi. Dua tahun mendatang kita lihat perkembangannya. Bisa saja kita datang ke Indonesia,” cetus dia yang mengaku puas dengan sambutan para peserta, pelaku usaha, dan pembicara event ini.
 
 
 
 
Peni Sari Palupi
 
 

 
Agrina Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain