Selasa, 12 September 2023

Hidup Bersama El Nino

Fenomena El Nino sudah beberapa kali kita alami. Frekuensinya 2-4 tahun sekali. Kekuatannya mulai dari yang lemah hingga kuat. Di Indonesia fenomena yang ditandai dengan naiknya permukaan suhu air laut di Lautan Pasifik tersebut memberikan dampak kekeringan.
 
Namun karena wilayah negara kita sangat luas, efeknya bervariasi dari daerah ke daerah. Saat ini bisa dibilang puncak El Nino 2023, wilayah Indonesia yang berada di bagian selatan khatulistiwa memang mengalami kekeringan. Contoh, Sumatera bagian Selatan, Jawa, Nusa Tenggara Barat, hingga Nusa Tenggara Timur.  Sementara yang di utara khatulistiwa seperti Aceh, masih banyak hujan bahkan kebanjiran.
 
Dampak kekeringan terhadap produksi pangan, khususnya beras, menjadi fokus perhatian pemerintah. Alasannya tentu saja sampai saat ini beras masih menjadi pangan pokok masyarakat Indonesia dengan konsumsi per kapita masih tinggi, 114 juta kg/orang/tahun. Bahkan, Statista menyebut angka 120,03 kg pada 2022 dan memprediksi masih berada di 115,29 kg untuk 2031.
 
Data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) juga mirip. Konsumsi per kapita Indonesia itu, berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), termasuk empat besar di Asia bersama Vietnam, Filipina, dan Thailand.
 
Beras juga termasuk komoditas politik yang rawan menjadi bahan pengguncang stabilitas nasional. Termasuk hari-hari ini yang menuju Pemilu 2024. Harga beras medium yang dikonsumsi mayoritas masyarakat terus mengalami kenaikan sejak Agustus lalu.Tak ayal, pemerintah baik kementerian teknis maupun badan terkait berjibaku menjamin ketersediaan beras dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
 
Kementerian teknis, yakni Kementerian Pertanian (Kementan) dengan tugas pokok dan fungsinya berupaya terus meningkatkan produksi nasional. Dan dalam masa El Nino ini, Kementan melancarkan strategi yang berbeda di setiap sentra produksi berdasarkan pemetaan terhadap risiko terdampak El Nino. Sentra-sentra itu dikategorikan dalam zona hijau, kuning, atau merah.
 
Yang jelas, ada program menambah luas tanam di wilayah-wilayah yang masih tersedia air cukup, seperti di lahan rawa, meningkatkan indeks pertanaman, memperbaiki sarana pengairan termasuk membangun sumur dalam untuk meningkatkan ketersediaan air. Di zona merah yang tak mungkin ditanami padi, petani diarahkan untuk melakukan diversifikasi dan menutup kekurangan produksi padi dari wilayah surplus.
 
Badan Pangan Nasional (National Food Agency) bekerja sama dengan Perum BULOG yang tergabung dalam ID.Food, berusaha keras menjamin pasokan beras dan menstabilkan harga beras agar tetap terjangkau. Caranya melalui pendistribusian Beras Operasi Pasar yang sekarang dilabeli SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pasar di kemasannya seharga Rp9.450/kg. Terakhir harga SPHP naik maksimal menjadi Rp10.900/kg. Harga ini di bawah harga eceran pasar umum yang di atas Rp12 ribu/kg.
 
Kenaikan harga itu tak lepas dari prediksi menyusutnya produksi nasional akibat terdampak El Nino. Agar prediksi itu tidak terwujud, para pemangku kepentingan produksi meminimalkan dampak kekeringan. Sebaiknyalah menerapkan berbagai pengalaman positif dari kasus El Nino tahun-tahun sebelumnya dan menambahkan yang baru serta diinternasilasikan menjadi semacam strategi standar pada masa mendatang. Dan ini diterapkan sejak awal El Nino diprediksi menyambangi wilayah ini kembali. Dengan begitu, kita bisa hidup “aman” bersama El Nino.
 
Tidak hanya langkah-langkah meningkatkan produktivitas dan produksi tapi jugamenekankehilangan hasil sejak di lapangan, fasilitas pascapanen,hingga distribusi. Mulai dari persiapan tanam yang lebih cepat dengan mekanisasi, pemilihan benih yang cocok dengan kondisi cuaca setempat, penggunaan sarana produksi lebih efisien, hingga pemanfaatan alat panen yang bikin proses lebih cepat dan hasil tidak berceceran.
 
Jangan pula menunda adopsi teknologi pertanian pintar 4.0 yang kian berkembang. Tujuan akhirnya adalah produktivitas bisa naik dengan biaya semakin menurun sehingga petani dan konsumen senang, pemerintahan stabil, siapapun yang kelak menjabat.
 
 
 
Peni Sari Palupi

 

 
Agrina Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain