Selasa, 12 September 2023

AFTEA 2023 Indonesia Roadshow: Inovasi, Keberlanjutan, dan Keamanan

AFTEA 2023 Indonesia Roadshow: Inovasi, Keberlanjutan, dan Keamanan

Foto: Constellar
(Kiri-kanan) Suaedi Sunanto, Jarot Indarto, Wendy Chng Petit, Adhi S. Lukman, dan Insan Syafaat, AFTEA 2023 mengangkat tema Meningkatkan Ekosistem Pangan Masa Depan yang Berkelanjutan

Teknologi menjadi solusi untuk mengatasi berbagai masalah dan membangun ekosistem untuk mendorong pertumbuhan agar lebih baik.
 
Agri Food Tech Expo Asia (AFTEA) 2023 kembali digelar pada 31 Oktober – 1 November 2023 di Sand Expo Convention Centre, Singapura. Mengusung tema utama ‘Meningkatkan Ekosistem Pangan Masa Depan yang Berkelanjutan’, 3 hal yang jadi fokus AFTEA 2023, yaitu inovasi, keberlanjutan, dan keamanan.
 
Sehingga, generasi mendatang di kawasan Asia Pasifik dapat mengeksplorasi solusi dan teknologi guna meningkatkan setiap tahap dan aspek produksi pangan serta rantai pasokan manufaktur.
 
Wendy Chng Petit, Event Director Constellar menjelaskan, AFTEA merupakan pameran teknologi pertanian di Asia yang diadakan ke-2 kalinya. “Event ini diperuntukkan bagi pebisnis dan stakeholder pertanian untuk bertukar informasi dan wawasan serta membangun networking untuk memajukan teknologi pertanian,” ujarnya saat roadshow regional di Jakarta (22/8).
 
 
Penting
 
Adhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) menyampaikan, AFTEA 2023 sangat penting bagi para pelaku usaha industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia untuk banyak belajar teknologi dalam industri pangan.
 
GAPMMI sangat mendukung penerapan teknologi di industri mamin Indonesia mengingat berbagai tantangan yang dihadapi. Yaitu, krisis kesehatan, logistik, harga pangan dan energi yang tinggi, kondisi geopolitik, perubahan iklim, dan skema berkelanjutan yang diterapkan di beberapa negara Eropa. “Teknologi bisa menjadi solusi untuk mengatasi berbagai masalah, membangun ekosistem untuk mendorong pertumbuhan industri mamin agar bisa lebih baik lagi,” katanya.
 
Industri mamin sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Pada kuartal pertama 2023 industri ini mampu menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) 38,6% untuk sektor industri nonmigas. Menurut Adhi, kondisi geopolitik saat ini sulit diprediksi karena berpengaruh terhadap logistik serta harga pangan dan energi. Ditambah, fenomena El Nino dan perubahan iklim yang melanda beberapa negara penghasil pangan mengakibatkan pelarangan ekspor.
 
Beberapa negara sudah melakukan hal itu. Mereka prioritas memenuhi pasokan dalam negeri lebih dulu sebelum ekspor. Bahkan, beberapa negara punya kebijakan keberlanjutan. “Eropa sudah mulai menerapkan aturan sustainability (keberlanjutan) di beberapa komoditas seperti kakao, sawit, dan kopi, beserta produk turunannya. Jadi kalau ada produk yang masih ada unsur deforestasinya, maka tidak bisa masuk ke Eropa” ucapnya.
 
Roadshow regional di Jakarta juga dihadiri Direktur Pangan dan Pertanian, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jarot Indarto dan Direktur Eksekutif PISAgro, Insan Syafaat. Salah satu ekshibitor yang hadir adalah Nutricell Pacific.
 
Suanedi Sunanto, CEO Nutricell mengatakan, AFTEA 2023 sangat penting bagi Nutricell sebagai perusahan nutrisi dan kesehatan hewan karena dapat memberi gambaran dari para pakar, praktisi industri, pemerintah, asosiasi, dan media untuk mengetahui teknologi dan solusi terbaru yang akan dipamerkan.
 
“Di pameran AFTEA 2023 nanti kami akan memperkenalkan beberapa inovasi, salah satunya yaitu teknologi food waste yang dapat digunakan untuk petfood dan plant-based meat product,” ujarnya.
 
Selain Indonesia, Constellar juga menggelar roadshow di Thailand. Kedua negara dipilih karena termasuk 3 negara di Asia Tenggara yang sektor pertaniannya memiliki PDB tertinggi dan mampu menyerap banyak lapangan kerja. “AFTEA 2022 berhasil menghadirkan lebih dari 6.000 pengunjung dari 66 negara dan 163 exhibitor dari 24 negara,” tutup Wendy.
 
 
 
 
Brenda Andriana

 

 
Agrina Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain