Jumat, 24 Desember 2021

OPT Porang: Kenali dan Kendalikan!

OPT Porang: Kenali dan Kendalikan!

Foto: DOK. Ditlintan
Salah satu cara mengendalikan OPT porang dengan musuh alami atau agensia hayati

Ada 3 OPT yang harus diwaspadai petani.

 

Budidaya porang semakin diminati petani. Hal ini tidak lepas dari permintaan chip atau tepung porang yang meningkat tiap tahun dari berbagai negara seperti China, Thailand, Taiwan, Vietnam, Myanmar, dan Jepang.

 

DirjenTanaman Pangan, Suwandi menyampaikan, investasi porang merupakan investasi besar sehingga seluruh aspek mulai dari penyiapan benih, budidaya, panen, hingga pengolahanharus dikontrol dengan baik. Banyak hal yang harus disiapkan jika ingin menembus ekspor, di antaranya proses budidaya ramah lingkungan atau ke arah organik.

 

“Kami mendukung budidaya porang secara ramah lingkungan dengan menerapkan GAP. Pengendalian OPT-nya pun silahkan dikombinasi antara mekanis, agensia hayati, ataupun bahan pengendali lainnya yang aman,”tuturdalam Webinar Propaktani episode 172 “Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada Tanaman Porang”.

 

 

OPT Porang

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, M.Takdir Mulyadi menambahkan,giatnya budidaya porang dalam skala luas meningkatkan perhatian terhadap serangan OPT. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan (Ditlintan) berinisiatif segera merilis daftar OPT porang dan cara pengendalian secara ramah lingkungan.

 

“Kami yakin pengendalian OPT menggunakan agen hayati dan pestisida nabati merupakan pilihan pertama jika kita berbicara terkait produk ekspor yang mengutamakan mutu, kualitas, dan ramah lingkungan,” ujarnya pada kesempatan itu.

 

Suputa, Ketua Prodi Pascasarjana Ilmu Hama Tanaman UGM mengungkap, OPT porang bisa berasal dari hama, patogen, dan gulma. Penentuan spesies hama ataupun keberadaannya di suatu area membutuhkan penilaian dan penentuan para ahli. “Herbivor dikategorikan sebagai hama jika populasi dan tingkat kerusakan yang ditimbulkannya tinggi, melebihi ambang ekonomi sehingga perlu dikendalikan. Penentuan ambang ekonomi bisa berdasar pada data empirik, pengalaman bertahun-tahun dari petani,” katanya.

 

OPT yang dilaporkan menyerang porang ialah ulat Theretra oldenlandiaeHippotion celerio,dan Hypolimnas bolina. Musuh alami yang bisa dikembangkan untuk meminimalisir serangan ulat yaitu Trichogramma chilonis dan Brachymeria lasus. Selain itu, menggunakan agensia hayati Bacillus thuringiensis atau pestisida nabati dari daun mimba.

 

 

Naskah selengkapnya silakan baca Majalah AGRINA Edisi 330 terbit Desember 2021 atau dapatkan majalah AGRINA versi digital dalam format pdf di Magzter, Gramedia, dan Myedisi.

 
Agrina Update + Moment Update + Cetak Update +

Artikel Lain